Edukasi
Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda
KANTOR PUSAT, 20 Agustus 2026
Pecinta sejarah, khususnya penikmat sastra Yunani Kuno, pasti tidak asing dengan istilah Incubus dan Succubus. Kedua istilah yang mulai dikenal sejak abad Pertengahan dalam tradisi demonogi ini ternyata justru berasal dari bahasa Latin. Berdasarkan etimologinya, Incubus berasal dari kata kerja bahasa Latin, incubare yang berarti ‘berbaring di atas’, sedangkan Succubus berasal dari kata succuba yang berarti ‘berbaring di bawah’.
Meskipun istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, jauh sebelum itu, pada peradaban Mesopotamia sekitar 2400 SM, masyarakat kuno telah mengenal legenda Lilu dan Lilitu. Lilu merupakan salah satu daftar Raja Sumeria, seorang ayah dari pahlawan Dilgames. Di sisi lain, Lilitu diperkenalkan melalui sosok Lilith dalam teks Alphabet of Ben Sira, seorang istri pertama Adam yang menolak berbaring di bawah Adam saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, Lilitu menjadi lambang dari sosok wanita pembangkang, seksual, dan mematikan.
Dari sejarah panjang inilah kemudian istilah Incubus dan Succubus kemudian dipilih sebagai revolusi Lilu dan Lilitu pada abad Pertengahan. Dalam buku panduan pemburu penyihir paling terkenal berjudul Malleus Maleficarum: The Hammer Witches, Kramer memperkenalkan teori “Transfer Benih” yang membicarakan tentang iblis tidak memiliki jenis kelamin biologis. Di sini, Kramer memperkenalkan teori bahwa iblis dapat bertindak sebagai Succubus dan Incubus sekaligus. Sebagai Succubus, iblis akan memancing dan mengumpulkan sperma laki-laki. Sedangkan sebagai Incubus, iblis yang sama akan berubah wujud menjadi wanita untuk menanamkan sperma curian ke rahim wanita. Jadi, jika berdasarkan teori ini, Succubus dan Incubus diperkenalkan sebagai iblis seksual yang suka mengganggu orang-orang ketika tidur melalui memancing untuk bersetubuh dengan mereka.
Nah, uniknya, istilah ini ternyata juga mirip dengan istilah yang diperkenalkan dalam Islam melalui doa masuk kamar kecil. Akan tetapi, apakah asal usul dan maknanya sama?
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. memberikan perintah untuk membaca doa sebelum masuk kamar kecil atau toilet sebagai berikut.
“Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaaits”
Artinya: “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan” (HR. Bukhari, no. 142)
Dari lafaz tersebut, terdapat kata khubutsi atau khubtsi dan khabaits yang diartikan sebagai ‘setan laki-laki dan setan perempuan’. Sekilas, kedua lafaz ini mirip dengan istilah yang kita bahas tadi, yaitu incubus dan succubus. Namun, faktanya, keduanya sama sekali berbeda.
Secara etimologi, kata al-khubutsi merupakan bentuk plural dari al-khabits yang berarti ‘setan laki-laki’, sedangkan al-khabaits adalah bentuk plural dari khabitsah yang berarti ‘setan perempuan’. Adapun riwayat lain menyebutkan bahwa khubtsi berarti ‘kejelekan’ dan khabaits berarti ‘yang memiliki kejelekan’. Dari beberapa makna tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya bacaan ini bermakna bahwa kita meminta perlindungan dari kejelekan dan pelaku kejelekan.
Mirip, tetapi tidak sama. Dalam Islam, kita memang diperkenalkan dengan jin laki-laki dan perempuan, tetapi tidak pernah diberi nama maupun karakter sebagaimana incubus dan succubus dijelaskan dalam tradisi Yunani. Di sisi lain, kepercayaan dan tradisi dari kedua istilah ini pun berbeda. Incubus dan succubus jelas diperkenalkan sebagai iblis yang mengganggu manusia untuk berhubungan seksual ketika tidur. Sedangkan dalam Islam, khubutsi dan khabitsah diperkenalkan sebagai kejelekan dan pelaku kejelekan yang konteksnya dipakai untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT.
(Sumber: Manhajus Salikin: Adab Buang Hajat - Rumaysho.Com, Apa Faidah Doa Masuk Kamar Kecil? - Media Dakwah, Di Kamar Mandi Ada Setannya - Ruqoyyah, Incubus dan Succubus: Teror Malam, Mitos Seksual, dan Paralisis Tidur - Indonesia Online)
KANTOR PUSAT, 20 August 2026
Pecinta sejarah, khususnya penikmat sastra Yunani...
KANTOR PUSAT, 11 August 2026
Bagi sebagian besar orang, pahlawan kemerdekaan pe...
KANTOR PUSAT, 07 August 2026
Siapa, sih, yang gak kesel kalo lagi enak-enak min...
KANTOR PUSAT, 30 July 2026
Indonesia memang telah merdeka. Namun, tak sedikit...