Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Jadi Pemuda "Asing" ala Rasulullah: Berani Beda, Berani Berkarya

KANTOR PUSAT, 25 September 2026

Jadi Pemuda "Asing" ala Rasulullah: Berani Beda, Berani Berkarya

Oleh: 

Ustaz Heru Kusumahadi


“Pemuda? Memangnya bisa melakukan apa?”


Pertanyaan seperti ini mungkin kerap dianggap guyonan. Padahal, pertanyaan tersebut punya nada meremehkan yang membuat seolah-olah pemuda itu identik dengan pengalaman minim tanpa kontribusi nyata.


Tentu itu tidak benar. Sebab, sejarah justru punya banyak cerita tentang anak muda yang mampu meninggalkan jejak besar.


Salah satunya adalah Ashabul Kahfi. Sekelompok pemuda yang memilih mempertahankan keimanan ketika lingkungan di sekitarnya

tidak sejalan dengan keyakinan mereka. Mereka mungkin masih muda, tetapi pilihan dan keteguhan mereka membuat kisahnya terus dikenang hingga hari ini.


Jadi, usia muda bukan berarti tidak bermakna.

Justru ketika masih muda, ada banyak ruang untuk mencoba, belajar, berkarya, dan memberi manfaat.


Seperti pesan Rasulullah SAW. kepada Abdullah bin Umar,

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara.”

(HR. Bukhari)


Dalam hadits tersebut, orang asing yang dimaksud bukan berarti harus merasa terasing dari lingkungan. Namun, kita bisa memaknainya sebagai keberanian untuk tidak selalu ikut arus.


Ketika orang lain hanya menjadi penonton, beranilah menjadi pembuat. Ketika lingkungan memilih bermalas-malasan, beranilah mengambil langkah. Ketika kebaikan terasa tidak populer, tetaplah memilih untuk melakukannya.


Berbeda bukan berarti aneh. Bisa jadi, berbeda adalah awal dari sebuah karya.


Lantas, bagaimana dengan “pengembara”?


Menjadi pengembara berarti berani keluar dari zona nyaman. Mencoba hal baru, menjelajahi tempat dan pengalaman, bertemu banyak orang, serta melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.


Dari perjalanan itu, kita belajar beradaptasi, memahami kehidupan, mensyukuri banyak hal, dan semakin menyadari kebesaran Allah SWT.


Dan masa muda adalah salah satu fase terbaik untuk mengumpulkan pengalaman tersebut.


Maka, jadikan masa muda sebagai waktu untuk menjadi “asing” dalam kebaikan dan menjadi “pengembara” dalam mencari pengalaman.


Boleh belum punya banyak pencapaian. Boleh masih mencari arah. Boleh masih belajar. Namun, jangan berhenti bertumbuh dan jangan berhenti memberi manfaat. Karena bisa jadi, sesuatu yang kita lakukan hari ini akan menjadi kebaikan yang dikenang jauh setelah masa muda kita selesai.


Berita Perwilayah

Jenis berita