Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KOTA SURABAYA, 18 Februari 2026
Surabaya (18/02) — Di sebuah gang sempit di kawasan Simolawang, Surabaya, Musayaroh (58) menjalani peran yang tak ringan: menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Sejak sang suami meninggal dunia pada 2011, ia membesarkan anak-anaknya seorang diri, menghadapi kerasnya hidup tanpa tempat bersandar.
Dari rumah sederhana di Jalan Simolawang Gang, Surabaya, Bu Musa—sapaan akrabnya—merintis usaha makanan rumahan sejak 2013. Keputusan memulai usaha itu bukan tanpa pengorbanan. Ia menjual televisi miliknya sebagai modal awal. Dari dapur kecilnya, lahir berbagai menu seperti pecel, ayam goreng, cendol, martabak, cireng, lumpia, hingga gorengan. Semua dikerjakan sendiri. Setiap hari, ia bangun sejak dini hari untuk menyiapkan bahan dan memasak sebelum berangkat berjualan di kawasan Kota Lama Surabaya. Ia juga aktif mengikuti bazar dan kegiatan UMKM demi menambah pemasukan.
Namun, perjuangannya belum sepenuhnya membuahkan hasil yang cukup. Penghasilannya dari berjualan rata-rata sekitar Rp1.500.000 per bulan. Sementara itu, kebutuhan rutin keluarga mencapai lebih dari Rp3.500.000 per bulan, meliputi kebutuhan pangan, pendidikan, dan keperluan lainnya. Untuk makan sehari-hari, Bu Musa dan anak-anaknya terbiasa hidup sederhana. Lauk seperti telur dan tahu menjadi pilihan utama.
Tak hanya soal kebutuhan harian, ia juga menghadapi beban pinjaman sampai tunggakan biaya pendidikan sang anak, hingga ijazah salah satu anaknya masih tertahan di sekolah karena administrasi yang belum terselesaikan.
Dari delapan anaknya, sebagian masih duduk di bangku SMP dan SMA. Ada pula yang sedang kuliah sambil bekerja sebagai guru les untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Meski anak pertama dan kedua telah bekerja, kondisi ekonomi mereka belum memungkinkan untuk membantu secara finansial.
Di tengah berbagai keterbatasan, semangat Bu Musa tidak pernah surut. Ia mengikuti pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Dari program tersebut, ia akhirnya menjadi binaan LMI dan memperoleh bantuan modal usaha. Bantuan itu menjadi harapan baru untuk mengembangkan usahanya agar lebih stabil dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Bagi Bu Musa, berdagang bukan sekadar mencari penghasilan. Itu adalah bentuk perjuangan dan cinta seorang ibu agar anak-anaknya tetap bisa sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik. Di balik dapur sederhana dan lapak kecilnya, tersimpan keteguhan yang terus ia jaga, hari demi hari.
KANTOR PUSAT, 28 February 2026
Bulan ramadan merupakan bulan spesial bagi semua u...
KANTOR PUSAT, 27 February 2026
#BeranijadiBaikAre You Ready?Rasa takut sudah menj...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Di era serba digital, tantangan terbesar orang tua...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat yang...