Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Safari Kisah LMI: Menghidupkan Ruang Belas di Banyuwangi Lewat Dongeng Kak Rus

KABUPATEN BANYUWANGI, 30 Januari 2026

Safari Kisah LMI: Menghidupkan Ruang Belas di Banyuwangi Lewat Dongeng Kak Rus

Banyuwangi — Dalam tiga hari terakhir, suasana belajar di beberapa sekolah dari TK hingga SMP di Banyuwangi menjadi lebih hidup dari biasanya. Anak-anak duduk melingkar di halaman, aula, hingga ruang kelas, untuk menunggu sosok yang mereka belum kenal, tapi langsung menarik perhatian sejak muncul, Kak Rus, pendongeng asal Ponorogo yang menyebut dirinya “Juru Kisah”.


LMI mengundangnya dalam program Safari Kisah, roadshow pada 28-30 Januari 2026 yang diadakan di delapan titik dengan total peserta hampir seribu siswa. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang lebih santai, memberi jeda dari rutinitas kelas, dan membuat anak-anak mengalami pelajaran dengan cara yang lebih dekat dan hangat.


Kak Rus datang dengan boneka kecil bernama Gento, benda sederhana yang langsung dicintai anak-anak. Ada sekolah di mana murid-murid mengerubunginya, memegang tangan bonekanya, atau sekadar menyentuh pipinya. Bahkan, di satu titik, seorang murid berdiri dan mengikuti Kak Rus kemanapun ia berjalan; sebuah momen yang membuat guru-guru tertawa, menikmati suasana yang jarang hadir di jam pelajaran biasa.


Cerita yang dibawakan pun berganti-ganti. Tentang Utsman bin Affan yang tak hanya kaya harta tapi juga kaya hati; tentang Rasulullah yang pemaaf; atau fabel seekor katak yang diajari untuk tidak iri pada burung karena setiap makhluk punya kelebihan yang berbeda. Kak Rus menyampaikan semuanya dengan nada suara yang berubah-ubah, gerakan yang hidup, dan selipan humor yang membuat anak-anak tertawa bukan karena disuruh, tapi karena benar-benar menikmati.


Namun, tidak semua sesi dipenuhi gelak tawa. Untuk para siswa SMP, Kak Rus sengaja membuat suasana berubah lebih hening dengan sesi refleksi singkat, semacam ESQ versi sederhana. Beberapa siswi menangis pelan, tersentuh oleh cerita tentang rasa syukur dan kasih sayang orang tua. Tanpa perlu banyak penjelasan, momen itu menjadi ruang tenang yang tidak disediakan oleh jadwal pelajaran biasa.


Di antara banyak pesan yang ia sisipkan, satu kalimat selalu ia ulang, “Orang yang pelit adalah orang yang ketika disebutkan nama Rasulullah, ia tidak bershalawat.” Sederhana, tapi cukup untuk membuat murid-murid mengangguk pelan, mengingatnya dengan cara mereka sendiri.


Tiga hari Safari Kisah berlalu, tetapi bagi para murid, ini mungkin menjadi salah satu pengalaman belajar yang paling mereka ingat, yakni hari ketika belajar terasa ringan, kreatif, interaktif, dan menyenangkan. “Besok ke sini lagi ya," ucap riang Kiki, salah satu siswa TK.


Dan di balik itu semua, ada harapan yang tidak berlebihan: semoga fasilitas dan akses pendidikan di Indonesia semakin merata, agar lebih banyak anak bisa merasakan pengalaman seperti ini, duduk bersama teman-temannya, mendengarkan cerita yang baik, tertawa lepas, tersentuh, dan pulang membawa sesuatu yang hangat di hati.

Berita Perwilayah

Jenis berita