Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KOTA YOGYAKARTA, 03 Juli 2026
Yogyakarta, 3 Juli 2026 — Di tengah hiruk-pikuk dan tumpukan peti buah Pasar Giwangan, Yogyakarta, guratan lelah di wajah para buruh gendong perempuan sejenak berganti dengan senyum sumringah. Hari ini (03/07/2026), Lembaga Manajemen Infaq (LMI) hadir di tengah-tengah mereka untuk menyelenggarakan aksi sosial berupa pembagian paket sembako dan layanan cek kesehatan gratis.
Pendapatan yang terus menurun telah memaksa para buruh gendong bertahan dalam ketidakpastian. Bahkan, banyak dari mereka yang akhirnya memilih menyerah dan kembali ke kampung halaman. Oleh karena itu, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, bantuan LMI kembali hadir tidak hanya sebagai penyambung napas, tetapi juga pembangkit semangat mereka yang hampir hilang. Bagi mereka yang memilih bertahan, bantuan dari LMI adalah oase.
"Bantuan sembako ini setidaknya bisa memperpanjang napas dapur kami untuk bulan ini," ungkap salah seorang buruh gendong.
Perjuangan di Balik Beban Pundak
Pemandangan menyentuh didapatkan tim relawan LMI ketika melihat beberapa ibu tampak menggendong balita mereka di sela-sela antrean. Kehidupan keras pasar yang tak menyurutkan naluri mereka sebagai ibu adalah nilai berharga yang dapat kita contoh. Secara bergantian dengan sang suami yang mayoritas juga bekerja sebagai buruh bongkar muat di pasar tersebut, mereka berbagi tugas menjaga sang buah hati.
Meski hidup kerap mengambil jatah bahagia, bulat tekat dan semangat tidak pernah absen dalam diri mereka. Senyum tulus pun tetap mengembang di wajah-wajah ramah mereka. Padahal, mayoritas dari para perempuan tangguh ini sudah tidak lagi muda. Saat pemeriksaan kesehatan gratis berlangsung, dominasi keluhannya adalah sakit lutut dan punggung akibat beban berat yang mereka pikul setiap hari. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang berjalan dengan terpincang-pincang. Meskipun demikian, langkah mereka melarang sang kaki tuk berhenti dan menyerah.
"Kalau tidak jalan, besok tidak makan. Hidup harus terus dijalani," bisik salah satu dari mereka.
Tulang Punggung di Tanah Rantau
Tidak hanya mereka yang sudah berkeluarga, beban akibat kondisi ekonomi juga dirasakan oleh mereka yang berstatus sebagai perantauan di Yogyakarta. Mereka yang tinggal di kamar-kamar kost sederhana, tidak hanya harus menopang puluhan kilogram buah di punggung mereka, tetapi juga harapan bagi keluarganya nan jauh di sana. Merekalah tulang punggung keluarga. Yang uang hasil keringatnya di Pasar Giwangan menjadi harapan untuk menyambung hidup bagi anak-anak dan keluarga mereka di luar kota.
Dan LMI kembali dengan aksi nyata. Bukan sekadar bantuan fisik, seperti bahan pangan dan vitamin, melainkan juga validasi nyata dan kepedulian bagi para buruh hebat di Pasar Giwangan. LMI memberi suntikan semangat kepedulian sesama bagi mereka yang bersedia memikul beban berat demi tegaknya keluarga.
KANTOR PUSAT, 24 July 2026
Maraknya tren olahraga ala gen z menjadi salah sat...
KABUPATEN BANYUWANGI, 23 July 2026
Banyuwangi, 23 Juli 2026 – Tawa riang memenuhi seb...
KABUPATEN MAGETAN, 17 June 2026
Magetan, 17 Juni 2026 – Bagi setiap ibu, kebahagia...
KABUPATEN PASURUAN, 17 July 2026
Pasuruan, 17 Juni 2026 – Tahun 2002 bukanlah tahun...