Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KABUPATEN PAMEKASAN, 15 Januari 2026
SUMENEP – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) diketahui lebih meningkat saat musim hujan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan bersama, khususnya di wilayah rawan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan data Puskesmas Batu Putih Berau, pada akhir tahun 2025 tercatat adanya peningkatan kasus DBD, sehingga diperlukan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) cabang Sumenep berkolaborasi dengan Himika Universitas Wiraraja (Unija) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan Demam Berdarah Dengue pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Berau, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, dan diikuti oleh lebih dari 40 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Penyuluhan ini juga dihadiri oleh jajaran Kepala Desa Berau, unsur tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dari Polindes, serta perwakilan dari unsur pendidikan. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bukti dukungan bersama dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD dan pentingnya pencegahan sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan panitia serta pemerintah desa. Selanjutnya, sesi inti berupa penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa Himika Unija yang telah dibekali materi kesehatan masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab, pembagian doorprize, foto bersama, serta ditutup dengan layanan cek kesehatan gratis bagi warga.
Tema yang diangkat dalam penyuluhan kali ini adalah “Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Pemberantasan Sarang Nyamuk.” Melalui tema tersebut, peserta mendapatkan edukasi menyeluruh mengenai pengertian DBD, penyebab penyakit, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, ditambah langkah-langkah pencegahan lainnya seperti penggunaan kelambu dan obat anti-nyamuk.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan awal apabila terdapat gejala DBD, guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Salah satu peserta, Ibu Tina dari unsur pendidikan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak wawasan dan ilmu baru terkait pencegahan serta cara mengatasi DBD. Melalui kolaborasi ini, LMI dan Himika Unija berharap masyarakat Desa Berau dapat semakin sigap dan mandiri dalam menjaga kesehatan lingkungan demi menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue.
KANTOR PUSAT, 28 February 2026
Bulan ramadan merupakan bulan spesial bagi semua u...
KANTOR PUSAT, 27 February 2026
#BeranijadiBaikAre You Ready?Rasa takut sudah menj...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Di era serba digital, tantangan terbesar orang tua...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat yang...