Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Kisah Perjuangan Nita, Bayi Penderita Hidrosefalus di Bondowoso

KABUPATEN BONDOWOSO, 30 Januari 2026

Kisah Perjuangan Nita, Bayi Penderita Hidrosefalus di Bondowoso

BONDOWOSO – Perjuangan berat harus dilalui oleh pasangan suami istri di Dusun Paddegan, Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee. Putri semata wayang mereka, Qonita Nadliroh (7 bulan), harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus yang dideritanya sejak usia satu bulan.


Setelah menjalani operasi pertama saat berumur tiga bulan, bayi yang akrab disapa Nita ini kembali masuk ruang bedah untuk operasi kedua pada Jumat (30/1/2026). Meski biaya medis ditanggung pemerintah, kedua orang tua Nita sempat kebingungan memikirkan biaya operasional selama di rumah sakit, terutama untuk kebutuhan susu dan popok.


Ayah Nita, Sa’idi, bekerja serabutan demi kesembuhan anaknya. Ia melakoni pekerjaan apa saja, mulai dari kuli bangunan, buruh tani, hingga mencari rumput untuk dijual. Tekanan ekonomi bahkan sempat membuatnya berniat menggadaikan satu-satunya sepeda motor miliknya.


LMI hadir menyerahkan bantuan operasional tepat saat keluarga tersebut sangat membutuhkan. Tim LMI menjenguk Nita di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso pada Sabtu (31/1/2026), sehari setelah operasi dilakukan.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Semalam anaknya nangis terus, baru hari ini dia bisa tidur tenang," ujar Lailin, ibunda Nita yang sehari-hari fokus merawat sang buah hati.


Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga Sa’idi sehingga mereka bisa fokus pada proses pemulihan Nita pascaoperasi. Semangat gotong royong dari para donatur menjadi harapan baru bagi masa depan Nita untuk tumbuh sehat kembali.

Berita Perwilayah

Jenis berita