Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Ikan Lele Asap Sang Penyelamat: Penguatan Kube Mandiri Bersatu Melalui Inovasi Produk Lele Bersama LMI dan UPN Veteran Jawa Timur

KABUPATEN PASURUAN, 28 Juni 2026

Ikan Lele Asap Sang Penyelamat: Penguatan Kube Mandiri Bersatu Melalui Inovasi Produk Lele Bersama LMI dan UPN Veteran Jawa Timur

Pasuruan, 28 Juni 2026 — Bagi sebagian orang, lele mungkin sekadar ikan yang banyak mereka jumpai di warung-warung penyetan pinggir jalan. Namun, bagi anggota KUBE Mandiri Bersatu setiap lele adalah buah dari kesabaran, keuletan, dan harapan yang menyambung napas keluarga mereka tiap hari. Maka, ketika inflasi ekonomi tidak memihak mereka dengan terus menekan biaya produksi, para pengusaha lele tersebut hampir menyerah.


Untungnya, rencana itu tidak buru-buru mereka realisasikan. Untungnya, doa-doa tidak pernah berhenti mereka langitkan. Melalui tangan-tangan Allah yang diperpanjang oleh LMI Pasuruan, mereka kembali diberi kesempatan. Harga lele mentah yang awalnya mereka jual Rp19.000,00 per kilogram ditingkatkan melalui inovasi produk dan pengembangan usaha. 



Lele Asap Jadi Penyelamat


Dari yang dijual mentah, usaha lele milik KUBE Mandiri Bersatu berinovasi dengan menjual produk baru: lele asap. Inovasi ini dimulai dengan langkah berani meski sederhana. Dengan alat tradisional seadanya, mereka mengolah 70 ekor lele per proses selama 3 jam untuk dijadikan lele asap. Setelah menjadi lele asap, mereka kemudian menjual produk tersebut seharga Rp3.000 per ekor. 


Inovasi yang terus berkembang dengan ikhtiar itu kemudian didorong kembali oleh LMI melalui pemberdayaan. Dengan menggandeng tim dosen dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, LMI menyelenggarakan forum group discussion (FGD) bersama bapak, ibu pelaku usaha di KUBE Mandiri Bersatu. Acara yang diselenggarakan pada 28 Juni 2026 ini berlangsung penuh manfaat. Sebab, mereka bukan hanya diajak berdiskusi, melainkan juga diberi pelatihan dan pembekalan agar bisa mengembangkan usaha lele yang tidak hanya dijual di pasar atau tengkulak, tetapi juga menjadi produk siap makan dengan inovasi yang lebih beragam.


Ibu Arumi Indiharwati, S.ST., M.SEI., salah satu fasilitator dari UPN Veteran Jawa Timur,  menyampaikan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya dari segi kualitas, tetapi juga strategi pemasaran yang tepat.


“Agar bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, Bapak Ibu harus menyiapkan branding yang jelas, kemasan yang menarik, serta pemasaran yang strategis. Di sini, Bapak Ibu bisa memanfaatkan media sosial seluas-luasnya,” tutur beliau dalam acara tersebut. 



Komitmen LMI dan UPN Veteran Jawa Timur yang Berkelanjutan


Pendampingan LMI dan UPN Veteran untuk pengembangan inovasi produk ini tidak berhenti di acara FGD ini, tetapi berkelanjutan dengan rangkaian acara berikutnya. Rencananya, pendampingan ini akan terus dilanjutkan hingga Agustus 2026. Rangkaian pendampingan tersebut juga difokuskan pada pengembangan branding dan kemasan. Selain itu, mereka juga berencana mengembangkan produk-produk lain, seperti lele siap saji, abon lele, dan lain-lain. Adapun pihak LMI nantinya juga akan menyiapkan pembagian tugas yang tepat untuk bapak-bapak dan ibu-ibu anggota KUBE Mandiri Bersatu. 


Melihat rencana yang luar biasa ini, sikap Haris Windra selaku Ketua KUBE Mandiri Bersatu juga menjadi sorota. Dengan penuh haru sekaligus bangga, beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada donatur, LMI, dan UPN Veteran yang sudah memperhatikan sekaligus membantu mengembangkan usaha mereka.



“Saya sangat berterima kasih kepada donatur, LMI, dan pihak UPN Veteran yang sudah memperhatikan dan mendukung kami selama ini. Alhamdulillah, dari hasil usulan yang kita berikan saat survei bulan Desember, akhirnya kita bisa mengembangkan usaha bahkan sekarang sudah sampai tahap branding dan kemasan,” tutur lengkap beliau.



Berita Perwilayah

Jenis berita