Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Berani Bertumbuh Camp: Ruang Aman untuk Anak Mengenal Diri dan Bertumbuh

KABUPATEN BANYUWANGI, 06 Juli 2026

Berani Bertumbuh Camp: Ruang Aman untuk Anak Mengenal Diri dan Bertumbuh
“Kak, aku suka tidur. Itu kekurangan bukan? Aku juga kadang malas cuci piring."


Banyuwangi, 6 Juli 2026 — Pertanyaan polos itu terlontar dari Jihan (10 tahun), peserta termuda Berani Bertumbuh Camp, ketika fasilitator mengajak anak-anak mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Berawal dari pancingan diskusi tentang tokoh-tokoh superhero favorit mereka, fasilitator kemudian mengajak mereka untuk menganalisis kekurangan dan kelebihan tiap tokoh itu lalu melakukan refleksi bersama. 


Program penguatan karakter ini diselenggarakan oleh LMI Banyuwangi bersama Rumah Literasi Indonesia pada 5—6 Juli 2026 di Kawasan Integreted Farming Ketapang. Bersama 20 peserta dengan rentang usia 10—13 tahun dari Panti Asuhan Mutiara Insan, Rumah Yatim Dhuafa Kampung Melayu, serta anak-anak dari lingkungan sekitar, program ini menjadi bagian dari komitmen LMI untuk memaknai Muharram yang tidak lagi sekadar santunan, tetapi juga program pembinaan dan penguatan karakter anak.


Pembinaan karakter tersebut dilakukan dengan penuh persiapan matang. Yaitu dengan membangun rasa aman melalui sesi Buddy Bonding dengan tajuk “Mengenal Siapa Aku dan Potensiku”. Melalui kegiatan bercerita dan berdiskusi, mereka didorong untuk menjadi individu yang lebih terbuka dan percaya diri dengan balutan suasana yang ringan dan hangat, tetapi serius.


"Kami berkomitmen memastikan seluruh anak yang mengikuti kegiatan ini berada dalam keadaan aman dan nyaman," ujar Tunggul Harwanto, Pimpinan Rumah Literasi Indonesia, saat menyambut para peserta yang diantar oleh wali mereka.



Belajar dari Tangan Alam



Tidak cukup dengan refleksi diri, para peserta juga diajak untuk menuangkan kreativitas mereka dengan membuat gantungan kunci dari barang-barang bekas, seperti tutup botol bekas, lalu menghiasnya dengan pipe cleaner atau kawat berbulu. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan keterampilan memanfaatkan barang bekas dan lebih menghargai lingkungan sekitar mereka.


Semakin siang, perjalanan belajar mereka semakin dekat ke alam. Melalui kegiatan susur sungai, anak-anak tidak hanya diajak menikmati perjalanan di alam, tetapi juga menganalisis dan mengeksplorasi ekosistem sekitar sungai untuk kemudian didiskusikan bersama. Dengan sorak tawa, gembira, dan kekaguman, mereka bersemangat melakukan kegiatan ini.


"Wah! Aku nggak pernah lho, Kak, jalan di sungai seperti ini. Seru banget, ya." seru Ayra, salah satu peserta, saat diajak untuk mengebrangi sungai-sungai yang berbatu kala itu.


Bagi sebagian peserta, pengalaman belajar di alam seperti itu mungkin merupakan hal yang benar-benar baru. Dari sungai, mereka menjadi tau bahwa itu bukan sekadar tempat untuk dilewati, melainkan juga ruang belajar yang mengajak mereka mengamati, bertanya, dan memahami bahwa setiap orang dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan.


"Kolaborasi ini menghadirkan Integrated Farming Ketapang sebagai laboratorium pembelajaran berbasis alam yang memungkinkan anak-anak belajar tentang kehidupan, kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara menyenangkan," jelas Tunggul.



Berita Perwilayah

Jenis berita