Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Bantuan Biaya Hidup LMI Untuk Kakek Maksum, Seorang Pemulung Dhuafa

KABUPATEN BLITAR, 23 Desember 2025

Bantuan Biaya Hidup LMI Untuk Kakek Maksum, Seorang Pemulung Dhuafa

Blitar - Ketika sebagian besar orang dapat menjalani aktivitasnya dengan nyaman, lancar dalam bekerja, makan dan minum bersama keluarga secara layak, tetapi tidak dengan Maksum. Kakek berumur 58 tahun ini menjalani kehidupannya setiap hari dengan memungut sampah dan barang bekas demi memenuhi kebutuhan hidupnya serta keluarganya sehari-hari.

 

Tidak heran jika halaman rumah yang ditinggalinya di RT 04 RW 02 Dusun Nglaos, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dipenuhi dengan sampah dan barang rongsokan. Rumah yang berlokasi di dekat sungai ini pun statusnya juga dipinjami oleh salah satu warga di desa tersebut. Hal ini yang membuat kami bertekad untuk membantu Kakek Maksum.


Selasa (23/12) kemarin LMI melakukan kunjungan ke rumah Kakek Maksum untuk menyalurkan bantuan berupa biaya hidup. Bantuan ini merupakan kolaborasi antara LMI dengan platform KitaBisa, sebuah aplikasi funding digital yang sudah banyak dikenal masyarakat. Kakek Maksum pun sangat senang menerima bantuan tersebut. “Terima kasih LMI dan KitaBisa atas bantuan yang diberikan kepada saya. Ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya. Berkah untuk LMI, berkah untuk KitaBisa.” Tutur beliau bahagia setelah menerima bantuan.  


Dulunya, beliau berprofesi sebagai buruh bangunan. Namun, karena keterbatasan kondisi fisik akibat kecelakaan, kini harus beralih sebagai pemulung. Sepuluh tahun sudah beliau menjalani hari-harinya sebagai seorang pemulung. Dibantu sang istri dan putrinya yang ikut mengelilingi  seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Blitar untuk memungut barang bekas yang kemudian akan dijual ke pengepul. 


Setiap dua hari sekali, ia mendapatkan penghasilan sekitar Rp15.000,- - Rp20.000,- saja. Jika dikalkulasikan selama satu bulan, maka ia hanya menghasilkan uang sekitar Rp300.000,- setiap bulannya. Nominal ini masih sangat jauh dari kata layak untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga kecilnya.


Sebagai kepala rumah tangga, terdapat beban tanggung jawab berat yang Kakek Maksum pikul dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Ia harus memenuhi kebutuhan hidup dirinya sendiri, istrinya, Siti Fatoyah (58 tahun) sebagai ibu rumah tangga, dan juga putrinya, Atikah Wasik (16 tahun) yang juga sudah lama putus sekolah. 


Semoga dengan bantuan biaya hidup yang diberikan oleh para donatur LMI ini dapat meringankan beban biaya hidup Kakek Maksum dan keluarganya. Terima kasih kepada semua donatur dan pihak-pihak yang ikut terlibat membantu. Semoga menjadi keberkahan atas harta yang telah didonasikan untuk membantu meringankan beban hidup para dhuafa.

Berita Perwilayah

Jenis berita