Edukasi
Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda
KANTOR PUSAT, 20 Februari 2026
Musibah dan kenikmatan adalah dua hal yang seringkali terlihat berbeda. Stigma musibah tampak negatif, sebaliknya nikmat adalah hal yang positif. Adapun perbedaannya, musibah erat kaitannya dengan dan balasan dari kemaksiatan. Sedangkan nikmat menjadi keniscayaan harapan tiap diri dan anugerah akan ketaatan.
Penjelasan tersebut menunjukkan perbedaan yang dimaknai secara kaidah umumnya. Namun, perlu dipahami lebih mendalam akan dua hal tersebut. Menjadi keniscayaan setiap apa yang dialami tiap diri, masih dalam koridor takdir Allah Ta’ala. Dan prinsip bagi tiap mukmin, apapun yang ditakdirkan Allah adalah bernilai kebaikan.
Sebagaimana sabda Insan Mulia, yang disampaikan sahabat Shuhaib bin Sinan, “Menakjubkan perkara mukmin itu, sesungguhnya Allah tidaklah mentakdirkan bagi kehidupan orang mukmin, kecuali kebaikan didalamnya.” Hadist ini menjadi penegas dari surat ke empat ayat empat puluh. “Innallaha laa yadzlimu mitsqala dzarrah; Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seorang (hamba) walaupun sebesar zarrah”.
Musibah termasuk dari takdir Allah yang bisa kita nikmatinya. Karena Allah yang memberikannya. “Tidak ada sesuatu musibah apapun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah” (QS. At Taghabun: 11).
Bagaimana caranya menerima musibah?
Memaknai Musibah dan Kenikmatan Adalah Ujian
Karena keduanya memang berstatuskan ujian. Sebagaimana yang tersampaikan pada QS. Al Anbiya (21) : 35. “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)”. Jika kita menyadari musibah dan kenikmatan adalah ujian, tentunya kita akan mempersiapkan untuk menghadapinya. Sebagaimana dianalogikan pada ujian sekolah. Setiap hendak menghadapi ujian, para peserta didik tentunya mempersiapkan segala hal; dengan belajar, menghafal, dan lainnya, untuk sebuah tujuan ujiannya berhasil. Dan saat hari ujian tiba, para siswa dengan ketaatan terhadap aturan ujian, dan mengoptimalkan daya pikir, menikmati saat-saat menjawab ujian tersebut. Seperti itulah menikmati sebuah pra dan pasca ujian.
Berhusnudzon Pada Ketetapan Allah
Sebuah analogi antara pandangan dokter dan pasien saat dokter menginformasikan harus melakukan tindakan amputasi kepada pasien. Saat menginformasikan hal tersebut, dokter menggunakan perspektif positif setiap alasannya; harus dilakukan (amputasi), jika tidak penyakitnya menjalar keseluruh tubuh, atau terjadi komplikasi. Parahnya lagi bisa menghilangkan nyawa. Sedangkan pasien mendengar informasi tersebut, menilai dengan perspektif negatif. “Kalau seperti itu, kakiku tinggal satu, jalan ku pincang, dilihat tetangga malu.” Inilah yang sering terjadi saat kita melihat takdir yang berbentuk musibah, langsung terjustifikasi keburukan. Padahal banyak dalil yang menginformasikan musibah memiliki nilai hikmah dan berkah.
Hikmah Musibah dalam Hidup
Menghapus Dosa
“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati, atau sesuatu yang menyakiti, bahkan sampai duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya” (HR. Al Bukhari)
Pengingat Ulah Kita Sendiri
Dan bahkan, walaupun musibah itu tersebab perilaku kesalahan kita, Allah menegaskan “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah akan memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu” (QS. Asy Syura: 30) Shalihin dan shalihat, mari kita renungi bahwa setiap musibah yang terjadi pada kita barangkali berarti Allah rindu pada kedekatan kita kepada-Nya. Rindu kita berdoa, memohon pertolongan, dan meminta ampunan. Semoga setiap nikmat ataupun musibah yang terjadi pada kita, ada hikmah besar yang dapat kita jadikan pelajaran pendewasaan diri serta pribadi yang makin dekat dengan-Nya.
KANTOR PUSAT, 28 February 2026
Bulan ramadan merupakan bulan spesial bagi semua u...
KANTOR PUSAT, 27 February 2026
#BeranijadiBaikAre You Ready?Rasa takut sudah menj...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Di era serba digital, tantangan terbesar orang tua...
KANTOR PUSAT, 20 February 2026
Olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat yang...