Infak mudah melalui infak.in

Edukasi

Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda

Memahami Jenis Zakat: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

KANTOR PUSAT, 23 Desember 2025

Memahami Jenis Zakat: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim. Sekarang ini, masih banyak umat Islam yang bingung mengenai perbedaan dari zakat fitrah dan zakat mal. Bahkan kebanyakan orang justru hanya familiar dengan zakat fitrah dan melupakan zakat mal.


Meskipun sama-sama wajib dilakukan, terapi zakat fitrah dan zakat mal memiliki ketentuan dan konsep yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Simak sebagai berikut!


Pengertian dan ketentuan Zakat Fitrah


Zakat fitrah merupakan sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim. Hal ini berfungsi untuk mengantarkannya kembali ke keadaan fitrah dengan menyucikan jiwa dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebagai bentuk penyucian diri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.


Yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok sebanyak 3,1 liter atau 2,5 kg. Bisa juga diganti dengan uang senilai 3,1 liter atau 2,5 kg makanan pokok yang harus dibayarkan. Selain itu, zakat fitrah wajib dibayarkan dari waktu mulai terbenamnya matahari pada malam idul fitri hingga waktu sebelum dilaksanakannya shalat idul fitri.


Syarat-syarat zakat fitrah adalah 1) beragama islam; 2) lahir dan/atau hidup sebelum terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan; serta 3) mempunyai kelebihan harta dari kebutuhan makanan untuk dirinya sendiri dan yang wajib dinafkahi pada malam hari raya hingga siang esok harinya. Jika tidak mempunyai kelebihan seperti itu, maka diperbolehkan untuk menerima dari orang lain sehingga dia dapat membayar zakat dan mempunyai persediaan makanan.


Pengertian dan ketentuan Zakat Mal


Zakat Mal merupakan zakat harta yang dimiliki oleh seorang Muslim ketika sudah mencapai nisab (batas minimum kekayaan) dan haul (dimiliki selama satu tahun dalam kalender hijriyah). Zakat maal mencakup pendapatan dari bisnis, sektor pertanian, sumber daya alam, hasil laut, peternakan, temuan aset, investasi emas dan perak, hingga pendapatan dari pekerjaan (profesi).


Syarat-syarat zakat fitrah adalah 1) beragama islam; 2) merdeka (bukan budak); 3) hak milik yang sempurna;  4) telah mencapai nisab; 4) masa memiliki sudah sampai satu tahun / haul (selain tanaman dan buah-buahan); 5) lebih dari kebutuhan pokok; dan 6) bebas dari hutang.


Itulah sedikit pemahaman tentang perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal. Sebagai umat muslim yang taat, kita diwajibkan agar selalu menunaikan zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta memberikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerima.

Edukasi Per Wilayah

Jenis Edukasi