Infak mudah melalui infak.in

Edukasi

Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda

Cara Mengajarkan Anak Menghargai Makanan dan Adab Makan dalam Islam

KANTOR PUSAT, 20 Januari 2026

Cara Mengajarkan Anak Menghargai Makanan dan Adab Makan dalam Islam

Islam sangat menjunjung tinggi adab terhadap sesama makhluk, termasuk dalam memperlakukan makanan. Tumbuhan dan hewan yang kemudian diolah dan tersaji di meja makan adalah bentuk rezeki yang harus disyukuri. Menariknya, budaya Jepang memiliki konsep Itadakimasu sebagai ungkapan terima kasih atas panjangnya rantai perjalanan makanan dari benih hingga siap santap.


Sayangnya, kebiasaan membuang sisa makanan (food waste) masih sering terjadi, baik di rumah maupun saat menghadiri acara. Padahal, rumah adalah sekolah pertama bagi anak untuk mempelajari akhlak terpuji.


Tips Mendidik Anak agar Tidak Membuang Makanan

Untuk menanamkan rasa syukur dan mencegah perilaku mubazir pada buah hati, orang tua dapat menerapkan langkah-langkah berikut:

a. Biasakan Berdoa:

Ajarkan anak untuk selalu membaca doa sebelum makan dan minum sebagai bentuk pengakuan atas nikmat Allah.


b. Tanamkan Rasa Empati:

Berikan pemahaman bahwa tidak semua orang memiliki kecukupan pangan yang sama. Syukuri rezeki berlimpah yang dimiliki keluarga saat ini.


c. Porsi Kecil Lebih Baik:

Contohkan untuk mengambil makanan dalam porsi sedikit. Lebih baik menambah porsi daripada membuang makanan akibat "lapar mata".


d. Pilih yang Halal dan Thayyib:

Ajarkan anak memilah makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga baik dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.


e. Kreatif Mengolah Sisa Makanan:

Jangan terburu-buru membuang sisa makanan yang masih layak. Misalnya, pinggiran roti tawar bisa diolah menjadi puding roti, atau sisa tempe bisa dicampur ke dalam tumisan sayur baru.


f. Edukasi Proses Produksi:

Ajak anak berkunjung ke pusat pertanian atau peternakan. Biarkan mereka melihat jerih payah petani dalam menanam bahan pangan agar mereka lebih menghargai setiap butir nasi yang mereka makan.


Mengapa Ini Penting?

Mengajarkan anak menghargai makanan bukan sekadar soal menghemat biaya, melainkan tentang membangun karakter qana'ah (merasa cukup) dan rasa tanggung jawab terhadap nikmat Tuhan.




Bunda Sinta Yudisia

Ibu, penulis, pengamat dunia anak & remaja

Edukasi Per Wilayah

Jenis Edukasi