Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KOTA SURABAYA, 19 Agustus 2026
Surabaya, 19 Agustus 2026 — Karena pendidikan tidak berhenti saat kita tahu. Pendidikan harus terus dikembangkan agar kita mengerti bahwa hidup terus berjalan. Itulah yang dilakukan LMI Rescue kemarin, selama 2 hari, LMI Rescue mengambil bagian dalam acara International Collaborative Programme: Health Assessment & Policy Support Programme for Disaster Response Volunteers.
Bukan hanya acara internasional biasa, ini adalah sebuah program kolaboratif internasional yang berfokus pada penguatan kesehatan dan dukungan kebijakan bagi para relawan penanggulangan bencana di Jawa Timur. Sebagai bentuk kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Chiba Institute of Science (CIS) Jepang, Universitas Budi Luhur, dan BPBD Provinsi Jawa Timur, acara ini berhasil melibatkan 100 relawan bencana dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperbarui pengetahuan mereka tentang tanggap darurat bencana.
Dilaksanakan selama 2 hari di Aula Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur, kegiatan ini dibuka pada Rabu (19/08/2026) dengan sosialisasi pengisian instrumen pemeriksaan kesehatan, pendataan peserta, serta kuliah umum. Sementara itu, kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Ryo Tanaka dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang, Prof. Ma'mun Nuryana selaku peneliti utama BRIN, serta perwakilan dari Universitas Budi Luhur. Dari BPBD Provinsi Jawa Timur, hadir mewakili Kalaksa BPBD Jatim, Sekretaris BPBD Jatim Andhika N. Sudigda, bersama Kabid PK BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara.
Dalam kegiatan tersebut, Lilik Handayani mewakili Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) sebagai mitra SRPB (Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Timur,) mengatakan, "Kami Bersama sekitar 100 relawan kebencanaan se-Jawa Timur, LMI mengikuti seluruh rangkaian program sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan ketahanan relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan nantinya,"
Selain itu, beliau juga menyoroti fokus utama program pada pemeriksaan kesehatan fisik dan mental para relawan. Di sini, mereka akan melakukan pemeriksaan bersama tim CIS Jepang untuk membangun sistem dukungan kesehatan bagi relawan yang salam ini berada di garis terdepan dalam berbagai situasi kedaruratan dan bencana. Dan pemeriksanaan ini pun kemudian dilaksanakan di hari berikutnya, yaitu pada Kamis (20/08/2026)
Sementara itu, Humanitarian Program Laznas LMI yang hadir dalam acara tersebut, Susanto, juga memberikan penjelasan.
“Relawan merupakan garda terdepan dalam setiap penanganan bencana. Karena itu, kesehatan fisik dan mental relawan harus menjadi perhatian. Relawan tidak hanya dituntut siap membantu masyarakat, tetapi juga harus memiliki kondisi kesehatan yang baik agar mampu menjalankan tugas secara aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Program kolaboratif ini diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan, tetapi dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan, sistem pendataan, serta dukungan kesehatan relawan kebencanaan yang lebih komprehensif di Jawa Timur.
"Bagi LMI Rescue, keterlibatan dalam program ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya relawan, memperkuat kolaborasi multipihak, serta memastikan bahwa para pegiat kemanusiaan mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana." pungkasnya.
KABUPATEN PACITAN, 17 August 2026
Pacitan, 17 Agustus 2026 — Perayaan Kemerdekaan te...
KOTA JAKARTA, 13 August 2026
Tangerang, 13 Agustus 2026 — Di tengah situasi dar...
KABUPATEN BLITAR, 20 August 2026
Blitar, 20 Agustus 2026 — Pemberdayaan tidak selal...
KANTOR PUSAT, 20 August 2026
Surabaya, 20 Agustus 2026 — LAZNAS LMI kembali mem...