Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Di Setiap Rumah yang Runtuh, Ada Harapan yang Harus Dibangun Kembali: Kisah Penyintas Gempa NTT

KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, 18 Agustus 2026

Di Setiap Rumah yang Runtuh, Ada Harapan yang Harus Dibangun Kembali: Kisah Penyintas Gempa NTT


“Saya capek, Pak, kerja siang malam pengen rumah lebih bagus dan bersih. Tapi alam punya mau, mau bagaimana… yang penting semuanya selamat,”


Manggarai, 18 Agustus 2026 — Ratapan seorang ibu yang rumahnya runtuh dipukul gempa. Ibu Siti Hajar, namanya. Selama berbulan-bulan, beliau bersama anaknya berjuang agar bisa merenovasi rumahnya menjadi lebih baik. Siang malam beliau bekerja dan mengerahkan seluruh tenaganya. Namun, apalah daya, gempa Sabtu (15/08/2026) memporak-porandakan rencananya. Bukan hanya rumahnya yang ludes, uang tabungannya pun ikut terpakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca gempa karena kurangnya bantuan yang ada.


Kisah Bu Siti Hajar ini hanyalah satu dari ribuan kisah para penyintas gempa lainnya. Ribuah rumah, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, hingga faskes kesehatan yang runtuh juga menjadi saksi bahwa gempa telah meluluhlantakkan kehidupan warga NTT.



Hingga Senin (17/08/2026), dampak dari gempa terus bertambah. 12.012 warga masih berada di pengungsian karena 4.712 rumah mereka telah rusak karena gempa. Selain itu, 96 tempat ibadah, 254 sekolah, dan 211 faskes juga sudah tidak bisa digunakan karena kerusakan yang parah. Dari data tersebut juga disampaikan bahwa korban meninggal dunia bertambah menjadi 56 jiwa.



Kondisi kritis belum berakhir, tim LMI Rescue terus berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhan materi dan logistik yang juga terbatas bagi mereka. Pada Selasa (18/08/2026), bantuan materi dan logistik telah tersalurkan di Desa Golo Ndoko, Desa Marapokot, dan Desa Biting, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.


Meskipun demikian, semangat para penyintas untuk terus bahu-membahu masih terus ada. Oleh karena itu, mari terus bergerak untuk bersama-sama membantu mereka. Baik doa maupun materi, keduanya sama-sama mereka butuhkan agar tetap tegar menjalani kehidupan berat pascabencana. 

Berita Perwilayah

Jenis berita