Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Bencana Bukan Alasan Mereka Berpangku Tangan: Gotong Royong Para Penyintas Gempa NTT Mencari Air Bersih

KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, 20 Agustus 2026

Bencana Bukan Alasan Mereka Berpangku Tangan: Gotong Royong Para Penyintas Gempa NTT Mencari Air Bersih


Manggarai, 20 Agustus 2026 — Sudah lima hari berlalu sejak gempa pertama menghantam Nusa Tenggara Timur. Dan sejak itu, kehidupan masyarakat di sana berubah total. Banyak hal yang harus diikhlaskan sama banyaknya dengan usaha yang harus dimulai kembali. Jika banyak orang mengira, para penyintas bencana hanya diam termenung menunggu bantuan, mereka salah. Para penyintas tidak pernah diam. 


Baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, semua bergotong royong memenuhi kebutuhan hidup bersama, salah satunya adalah kebutuhan air bersih. Jika bapak-bapak bertugas membantu para relawan membangun tenda dan dapur umum, para ibu bahu-membahu mencari air bersih dari sungai di sekitar pos darurat. Di sana, tidak ada rasa iri maupun tenggang rasa, yang ada hanyalah semangat menuju kebaikan yang sama, yaitu sama-sama bertahan di tengah bencana.



Dari jeriken satu ke jeriken lainnya, air mengalir membawa harapan kehidupan para penyintas bencana. Kemudian, dari tangan-tangan para ibu, air tersebut sampai untuk menghidupi seluruh keluarga dan generasi muda. Membawa semangat tentang kembali berdaya setelah bencana. 


Mungkin terlihat sederhana bagi kita,tetapi bagi mereka, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Saat mental belum sepenuhnya pulih karena berkali-kali dihantam guncangan besar, mereka harus tetap bertahan dan bangkit untuk memenuhi kebutuhan. Di sana, bukan hanya kondisi mental yang dikorbankan, melainkan juga fisik yang tidak mendapatkan cukup istirahat karena tinggal di tempat yang kurang nyaman.


Karenanya, selama lima hari ini, LMI Rescue bersama BNPB dan para relawan terus berusaha menyediakan layanan dan fasilitas untuk para penyintas bencana. Alhamdulillah, per Kamis (20/08/206) ini, kolaborasi mereka berhasil membangun 4 posko pengungsian dengan posko utama terletak di Desa Mbah, Kecamatan Asesa, Kabupaten Nagekeo sebagai daerah terdampak paling parah. Selain 4 posko pengungsian, LMI Rescue juga telah menyalurkan bantuan kepada 1.102 penyintas yang disalurkan oleh 12 relawan.


Usaha penyelamatan dan pemulihan masih terus berjalan, sebagaimana harapan baru terus diupayakan bagi para penyintas. Namun, perjalanan untuk bangkit dari bencana tidak dapat dilakukan sendirian. Doa, kepedulian, dan uluran tangan kita dapat menjadi bagian penting dalam membantu mereka memenuhi kebutuhan dan menata kembali kehidupan.


Mari terus membersamai para penyintas gempa NTT melalui donasi terbaik yang kita titipkan. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang diberikan, ia dapat menjadi air bagi mereka yang membutuhkan, menjadi tenaga untuk mereka yang sedang bertahan, dan menjadi harapan untuk kembali berdaya.

Berita Perwilayah

Jenis berita