Melewati Jalanan Ekstrim Menuju Desa Durjan

Bangkalan – Ramadhan bulan penuh kemuliaan. Bulan untuk saling berbagi kepedulian. Salah satunya melalui program Buka Puasa Nusantara Laznas LMI. Kali ini, LMI menyapa saudara muslim di pelosok Indonesia  yang kerap terlupakan.

Tepatnya di Bangkalan, Madura. Tujuannya adalah Desa Durjan, Kecamatan Kokop. Yakni, sebuah desa terjauh, termiskin, dan tertinggal. Begitu keras perjuangan tim buka puasa menuju ke lokasi.

Tim LMI Unit Layanan Bangkalan yang berkantor di Kemayoran,  menggunakan mobil pukul 13.00 WIB dan membutuhkan waktu sampai 3,5 jam untuk sampai ke lokasi. Perjalanan dari Kecamatan Blega hingga ke lokasi cukup ekstrim. Terutama saat melewati pusat administrasi Kecamatan Kokop.

Dari sana masih membutuhkan 23 kilometer lagi menuju Desa. Jalanan berupa batu-batu kasar yang hanya di susun membentuk jalan. Kendaraan hanya bisa berjalan tidak lebih dari 20 kilometer perjam.

Selain karena jalan yang berbatu, kontur jalan juga tidak datar. Sering berkelok dan naik turun. Maklum, daerah itu memang termasuk wilayah perbukitan. Mendekati desa, rumah-rumah semakin jarang. Sepanjang mata memandang, kiri-kanan hanya sawah-sawah yang terlihat.

Melalui perjuangan dan kesabaran, akhirnya tim LMI sampai di lokasi buka bersama, yakni Yayasan Nurus Syifa pukul 16.15 WIB. Tim disambut dengan penuh kehangatan dan keakraban oleh Pengasuh Yayasan, KH Rokhmatullah dan warga sekitar.

Senyum mereka tersungging bahagia melihat rombongan ‘kota’ yang baru datang. Sang tuan rumah yang diwakili oleh Ahmad Sholeh memberikan kata sambutan.  Sementara itu, LMI yang diwakili Nur Budianta, Kabag Pendayagunaan LMI Area 4, Jawa Timur menerima sambutan itu dengan kegembiraan.

Sebelum berbuka, terlebih dahulu ada ceramah agama oleh Ustad Abdul Hamid yang bertema tentang Keistimewaan Ramadhan dan hal-hal yang harus dihindari selama bulan ini. “Jagalah pandangan, lisan, dan pendengaran dari hal-hal yang tidak baik,” pesan sang Ustadz.

Para peserta buka puasa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani mendengarkan tausyiah dengan semangat. Merek sangat gembira bisa berbuka puasa bersama. Jarang ada kegiatan serupa.

Apalagi menu yang dibawa cukup spesial. Nasi berlauk ayam panggang yang nikmat, buatan donatur LMI Unit Layanan Bangkalan. Ditambah kue donat yang bisa mereka bawa pulang untuk keluarga di rumah. Untuk mengobati dahaga, ada es buah dan kolak khas menu buka puasa.

“Salangkong bik bennyak. Acara panekah se e rep-arep sareng masyarakat e ka’dintoh. Mander mogeh LMI tamba rajeh. Saenggeh bisa marengeh ka lebbih bennyak masyarakat. Mander mogeh tahon deteng bisa abhuka e ka’dintoh pole. (Terima kasih banyak. Acara seperti yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat sini. Semoga LMI tambah maju. Sehingga warga yang diundang bisa semakin banyak. Semoga juga, tahun depan bisa datang ke sini lagi, Red),” ucap K.H. Rokhmatullah.

Masyarakat lain juga merasa sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih seluas-luasnya untuk para donatur. Acara berbuka berakhir dengan gayeng dan semarak.

Meskipun berat untuk meninggalkan, tim harus kembali pulang setelah menunaikan shalat Maghrib. Masih ada program Ramadhan untuk membahagiakan warga lainnya yang harus segera diselesaikan. Mari tebarkan senyum warga dhuafa di pelosok Indonesia dengan berbagi melalui Buka Puasa Nusantara.

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian