Seperti halnya nasihat, tidak akan sampai ke hati jika tidak disampaikan dengan hati. Begitu pula dengan pengalaman Jefry Darmawan (26), pemuda asal Surabaya yang diungsikan ke Sumba oleh orang tuanya karena bengal. Selama di tanah rantau, dia justru bertemu dengan orang-orang baik yang menggerakkan hatinya menjadi seorang mualaf.

Saat SMA di tahun 2008 Jefry dikirim orang tuanya ke rumah pamannya di Waibukak, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pada masa itu dia sedang dalam urusan yang pelik. “Saya nakalnya minta ampun. Jadi terpaksa, saya pergi dari Surabaya dan melanjutkan sekolah SMA di Sumba,” kenang pemuda yang September lalu pindah ke Palu, Sulawesi Tengah ini.

Mayoritas orang Sumba beragama Kristen dan Katolik, tapi Jefry bertemu kawan sesama orang Jawa, muslim, sebut saja namanya Hasan. Sosok Hasan ini tidak jauh beda bengalnya dengan Jefry, mereka satu komplotan ‘murid pembangkang’ di sekolah. Bahkan, bisa jadi Hasan lebih parah darinya. Namun, ada satu hal yang selalu diingat oleh pemuda yang saat itu baru pindah ini mengenai Hasan. Apakah itu?
.

Ingin tahu kelanjutan kisah hidup Jefry dalam menemukan islam, selengkapnya dapat dibaca di Majalah Zakato Edisi Februari 2019.
📎: lmizakat.org/category/artikel/majalah-share/
.
Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian
.#LaznasLMI #LMIcaretoshare #caretoshare #peduli #berbagi #muslim #indonesia #infaq #shadaqah #hijrah #kaumdhuafa #zakatismylifestyle #mualaf #majalahZakatoFebruari