LOMBOK, Sabtu (24/8)—Dua sapi qurban terikat kuat di komplek tenda pengungsian warga Desa Timba Gading, tepatnya di Pondok Pesantren  Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA). Seakan tidak ingin melewatkan momen penyembelihan, sejak pagi warga setempat mulai mengelilingi sapi yang diikat terpisah ini.  Pagi itu Laznas LMI akan melangsungkan penyembelihan hewan qurban yang bekerja sama dengan Santri Tanggap Bencana (Santana) di Sembalun.

Kalau dibandingkan dengan umumnya sapi di Jawa, sapi sembalun yang akan diqurbankan ini memiliki keistimewaan tersendiri.  Jika sapi di Jawa dan berbagai daerah lain umumnya dikandangkan dan memakan berbagai konsentrat, maka  sembalun dilepas ke tanah lapang dan dibiarkan merumput bebas setiap harinya. Oleh karena itu, tenaga yang dimiliki sapi di sini pun jauh lebih kuat dibanding sapi kebanyakan.

“Pak, sapi ini kekuatannya besar. Mungkin nanti cara menyembelihnya juga beda, tidak seperti di Jawa.” Tutur Lisdin sebagai ketua Santana yang akan mengkoordinasikan penyembelihan hingga pendistribusian 2 sapi tersebut.

Hal ini terbukti. Pertama selesai disembelih dengan mengerahkan tenaga enam orang, beberapa menit berselang, sapi sapi kedua rupanya berhasil lari dalam keadaan kaki yang masih terlilit tali. Akhirnya, setelah dilakukan pengejaran, sapi kedua ini tertangkap di pekarangan warga di dekat pesantren. Akhirnya penyembelihan pun dilangsungkan di tempat tersebut, bukan di lokasi semula seperti yang direncakan.

Tiga desa menjadi sasaran pendistribusian, yaitu Desa Sembalun, Sembalun Lawang, dan Sembalun Timba Gading. “Karena di sini banyak komplek tenda pengungsian dan setiap tenda kadang dihuni beberapa KK, jadi untuk pembagiannya kami batasi 150 per komplek tenda,” ungkap Lisdin. Dia pun menyambung dengan ucapan terima kasih karena warga bisa merasakan nikmat iduladha di tengah duka akibat gempa.

Keesokan hari, Ahad (25/8) Laznas LMI kembali melakukan penyembelihan 6 ekor sapi di Dusun Lauk Rurung Barat dengan pendistribusian yang  fokuskan kepada seluruh warga Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Desa ini dihuni oleh 8415 Jiwa dengan jumlah KK sebanyak 3827 yang tersebar di 8 Dusun yaitu, Lauk Rurung Barat, Lauk Rurung Timur, Jorong, Jorong Utara, Bebante, Daya Rurung Barat, Daya Rurung Timur, Batu Jalik.

“Warga Sembalun mengenal metode pengawetan daging yang disebut dengan rarit, yaitu menjemur daging setelah dilumuri asam dan garam. Kami berharap daging-daging ini dapat menjamin ketersediaan bahan pangan warga untuk pemenuhan gizi dalam beberapa waktu ke depan,” papar Citra Widuri, Direktur Pelaksana Laznas LMI yang saat itu turut menyaksikan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban di lapangan yang biasanya digunakan sebagai lahan parkir bagi pendaki Bukit Nanggi.

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian