Matahari masih malu-malu bersembunyi di peraduannya, sementara Kasiati telah bersiap berangkat ke sawah untuk bekerja. Sawah itu bukan miliknya,ia bekerja sebagai buruh tani. Itu pun jika ada permintaan untuk menyiangi rumput yang mengganggu tanaman Bawang. Jika tidak, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tidak setiap hari, hanya saat dibutuhkan saja. Berapapun penghasilan yang didapatkan, Kasiati selalu mensyukurinya. Ia percaya itulah rezeki yang telah Allah berikan kepadanya.

Dulu hidupnya bercukupan, namun sejak suaminya jatuh sakit dan anak sulungnya yang bekerja sebagai TKI meninggal dunia, kehidupan Kasiati berubah. Anak keduanya yang sudah berkeluarga pun ekonominya juga pas pasan. Kini, ia lah tulang punggung keluarga. Makan pun seadanya. Meski tak ada lauk, kecap dan kerupuk saja sudah terasa enak. Namun, kebutuhan hidup tidak hanya makan. Untuk keperluan lain yang mendesak sedangkan uang tidak ada, terpaksa Kasiati berutang kepada tetangga.

Siang itu matanya berkaca-kaca, bukan karena bersedih tapi karena bahagia. Utangnya yang sudah 3 tahun telah terlunasi melalui perantara LMI Unit Layanan Situbondo.  Kasiati tak bermaksud untuk menunda memenuhi tanggung jawabnya, tapi memang tidak punya uang. Setiap ada rezeki pun Kasiati tetap mencicil hutangnya sedikit demi sedikit. Tapi, utang itu memiliki bunga sehingga tak kunjung lunas. “Ini beban bagi saya. Sekecil apapun, utang tetaplah utang. Meski 50 rupiah tetap akan jadi pengganjal saya untuk masuk surga” pungkas perempuan 55 tahun itu.

Di sepertiga malam ia selalu terjaga untuk menunaikan beberapa rakaat shalat tahajud dan shalat malam lainnya. Kasiati bermunajat, mengadu, dan berkeluh kesah pada Sang Maha Kuasa tentang beratnya hidup yang harus ia jalani, rejeki yang sangat ia harapakan di esok hari, dan rindu pada anak sulung yang telah dipanggil oleh Allah. Seusai tahajud, ia lanjutkan dengan membaca AL-Qur’an. “Sebagai bekal akhirat”ucapnya suatu ketika. Suasana religius telah terpatri dalam dirinya semenjak sang anak sulung tiada. Ibadah itulah yang dapat menguatkan jiwanya. Ia meyakini bahwa Allah akan menolong hambanya di saat tawakal pada Allah.

“Terimakasih, LMI sudah membantu melunasi hutang saya. Semoga dibalas dengan kebaikan pula” ungkap warga desa Sumberkolak ini kepada tim LMI.

Laznas LMI
Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
0822 3000 0909
www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian