Madiun, Sabtu (26/01)–Sebanyak 67 siswa SMP Ibnu Batutah beramai-ramai memeriksakan giginya pada acara CUKAGI, yaitu program pemeriksaan dan pembersihan karang gigi yang diselenggarakan oleh Laznas LMI. Program yang bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ini menyasar anak-anak yatim dan dhuafa usia sekolah.

CUKAGI berlangsung dua tahap dan dilaksanakan di dua tempat. Pertama, seluruh peserta bersama-sama menyikat gigi yang baik dan benar dipandu oleh para dokter gigi, kemudian satu per satu menjalani screening untuk pemeriksaan kondisi kesehatan gigi. Kedua, peserta yang membutuhkan tindakan pembersihan karang gigi akan diarahkan ke klinik @hellen.sanjaya.drg dan klinik drg. Septian Puji Lestari.

Para siswa peserta CUKAGI tampak antusias walau beberapa menunjukkan rasa tegang saat dibersihkan karang giginya. Salah satu peserta yang membagi kesannya adalah Taufiqul Hidayat. “Tadi deg-degan, takut, karena ga pernah ke dokter gigi. Tapi akhirnya berani, rasanya plooong. Sekarang saya sudah ndak punya karang gigi, insyaallah akan rajin menyikat gigi 2x sehari dan ndak banyak makan yang manis-manis,” aku siswa kelas 9 ini.

Madiun merupakan kota pertama dalam roadshow CUKAGI. Setelahnya, Laznas LMI akan menyelenggarakan program CUKAGI selama satu tahun ke depan ke 23 kota di 4 provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Riau. “Kesehatan Gigi dan Mulut adalah pangkal kesehatan tubuh seluruhnya. Program CUKAGI yang melayani anak yatim dan anak dhuafa penerima beasiswa LMI pada dasarnya adalah misi besar kami untuk memberikan akses dan kualitas hidup terbaik bagi masyarakat marjinal di Indonesia. Anak-anaknya pun menjadi lebih peka dan disiplin menjaga kesehatan dirinya. Sehingga ketika Indonesia mendapatkan bonus demografi nanti, kita menikmati generasi yang kuat, sehat dan terdidik,” ungkap Direktur Pelaksana Laznas LMI Citra Widuri.
.
.
.
Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
—————————