Konsultasi Syariah

Oleh: Ustaz Prof. Dr. H. M. Roem Rowi, MA.

Ketua Dewan Pengawas Syariah LMI

Pertanyaan:

Assalamualaikum w.w.

Insyaallah saya sekeluarga pada Ramadhan ini akan pindah ke Rusia. Melihat selisih waktu shalat yang berdekatan saat musim panas, apakah ada keringanan melaksanakan beberapa shalat (magrib – isya – subuh) secara berurutan dalam satu waktu? Lalu, apakah ada keringanan dalam berpuasa? Karena Mei nanti kami akan berpuasa selama 20 jam. Matur nuwun, Ustaz.

Salam,

Ruli, Banyuwangi

 

Jawaban:

  1. An-Nisa : 103 berbunyi,

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

….. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Setiap shalat ada waktunya sendiri. Kalaupun ada rukhsah (keringanan) adalah saat dalam perjalanan, maka boleh menjamak dan qasar. Keringanan lain yaitu saat tubuh tidak mampu melaksanakan shalat dengan gerakan sempurna maka boleh duduk. Jika tidak mampu duduk, maka boleh berbaring. Tapi, keringanan karena musim yang ekstrem ini tidak ada. Sehingga harus tetap shalat berdasarkan waktu yang ditentukan. Insya Allah, shalat tidak seberat puasa.

Berbeda dengan puasa, para Fuqaha (ahli fiqih) sepakat bahwa diperbolehkan mengikuti durasi berpuasa di negara yang siang dan malamnya normal. Ukuran normal ini kurang lebih 12 jam malam 12 siang. Tetapi, jika Anda sekeluarga mampu melaksanakan puasa sejak terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari maka dipersilakan. Ukuran kemampuan ini pun tubuh Anda sendiri yang dapat mengukurnya. Wallahua’lam bisshawab.