Menjadi bagian dari obat di kala pandemi


“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak
menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu.
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)


Tidak ada orang beriman yang senang dengan kondisi kita di Ramadhan 1441 H saat ini. Semua hal yang menyenangkan
atas Ramadhan telah dicabut-Nya begitu saja. Namun Allah mengetahui bahwa tersimpan kebaikan yang begitu besar bagi kita, jika kita berhasil melalui ini dalam iman dan Islam. Keimanan yang membawa kita meraih berkah Ramadhan sebanyak-banyaknya meskipun hanya di rumah. Keislaman yang kita bangun sedemikian rupa, demi keselamatan
umat. Pembuktiannya ada pada tindakan kita menolong sebanyak mungkin orang meskipun kondisi terbatas.


Ya, Ramadhan istimewa ini, kita buktikan bahwa Islam selalu menjadi rahmat, menjadi solusi pada setiap situasi. Obat bagi pandemi ini menyebar dari sederhananya akhlak mulia hingga canggihnya paket kesejahteraan sosial
yang tersimpan dalam perintah zakat, infak, dan wakaf. Mari jadi bagian dari aksi-aksi penyembuh ini.

 

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Mei 2020