Ketakwaan Para Alumni Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat Zakat yang dirahmati Allah, ketika pada edisi Zakato Ramadhan kemarin kita mengibaratkan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk kita detoksifikasi hati, maka wajar jika saat 1 Syawal dikatakan sebagai hari yang fitri/fitrah, hati kembali kepada keadaan yang bersih dan suci.

Kita kembali kepada perumpamaan rumah, kalau sudah di bersihkan besar-besaran, lalu rumah yang kita tinggali ini maunya dimanfaatkan seperti apa?

Pasca Ramadhan adalah waktu yang dihadirkan Allah SWT untuk menebar manfaat yang lebih besar. Kita eksekusi perintah-perintah Allah di segala hal muamalah dan ibadah dengan energi yang sama dengan saat dimana kita lakukan detoks di Ramadhan. Seperti halnya fungsi rumah, hati yang bersih juga menjadi selimut terbaik untuk membangun kehangatan peduli dan berbagi. Pasca Ramadhan, mari kita transformasikan tebar takjil, zakat fitrah, serta bingkisan lebaran ke dalam tindakan membayar zakat maal, berinfaq di jalan Allah, dan menjalin silaturahim dengan orang-orang yang berkesusahan.

Keadaan manusia beriman pasca Ramadhan tidak ubahnya seperti lantai rumah sehabis dipel, pisau yang baru diasah, laksana mukena putih yang terlipat wangi bersih, menyerupai kolam yang baru dikuras dan diisi air segar. Siapapun yang berinteraksi dengan manusia-manusia alumni Ramadhan itu akan mendapat manfaat fungsionalnya dalam liputan rasa segan, beruntung, kuat, dan gembira.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Juni 2019