Nikmatnya Keberkahan Harta Kita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat Zakat yang dimuliakan Allah…

Pernahkah sahabat merasakan bahwa terkadang semangkok bakso Rp 10.000, di suatu sore yang hujan, yang kita beli dari abang tukang bakso ‘mari mari sini’, menggunakan uang hasil kerja keras kita sendiri, dan disantap bersama keluarga. Rasanya begitu lezat, menyenangkan, mengenyangkan, bahkan jauh lebih nikmat tinimbang traktiran seorang kawan kaya raya di sebuah warung bakso paling happening dengan harga per mangkoknya lebih dari Rp50.000.

Jika kita terpaku pada harga, uang yang kita belanjakan sejatinya hanya untuk transaksi, yaitu alat tukar. Nominal  Rp10.000 dan Rp50.000 bisa jadi secara manfaatnya tidak jauh berbeda. Uang  Rp50.000 harusnya bisa kita manfaatkan 5x lipat uang yang Rp10.000, tapi kenapa nilai rasanya berkebalikan?

Jika tujuan kita hanya pada uang, maka seringkali yang kita dapatkan hanyalah kenikmatan semu. Demikian pula di kutub ekstrim satunya, sama sekali anti dengan uang, lantas kebermanfaatan seperti apa yang mampu dimunculkannya?

Kata kuncinya adalah berkah dan manfaat, kendali manusia pada pembelanjaan uang agar tetap di jalan Allah niscaya menjaga kita tetap waras. Uang sebagai alat pemenuhan nafkah keluarga, alat sedekah untuk anak yatim dan tetangga miskin, alat untuk menunaikan zakat di LAZ, alat untuk berinfak investasi akhirat.

Sahabat, mari kita gunakan uang untuk beli bakso yang memang bisa mengundang doa malaikat, untaian doa yang bawa kita ke surga.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Juli 2019