Hak Petani Miskin atas Zakat Anda

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kemiskinan yang menjerat petani di pedesaan merupakan masalah nasional yang penyelesaiannya tidak boleh ditunda. Itu harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian secara langsung maupun tidak bakal berdampak pada pengurangan penduduk miskin.

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar, dan teknologi. Untuk itu, Laznas LMI meluncurkan program pemberdayaan pertanian di Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

LMI berperan strategis dalam mendukung program ketahanan ekonomi umat. Sebab, lembaga zakat diyakini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dalam aspek ekonomi. Ini terbukti secara empirik dalam sejarah. Pada masa Nabi, para sahabat, serta Umar bin Abdul Azis, dan sekarang pun beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menjadikan zakat sebagai salah satu sarana untuk menyejahterakan masyarakat.

Jadi, lembaga zakat tidak hanya terbatas pada pengembangan aspek pendidikan, keagamaan, dan sosial.  Insya Allah, Laznas LMI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam ketahanan ekonomi umat melalui pemberdayaan petani dalam program Desa Insiratif. Dana zakat didayagunaan untuk pemberdayaan petani padi di desa.

Bahkan, Laznas LMI telah memenuhi kebutuhan beras dalam zakat fitrah pada Ramadhan tahun ini menggunakan beras dari petani binaan. Dengan begitu, petani mendapatkan kesejahteraan yang semakin baik. Di sisi lain beras yang dihasilkan juga berkualitas. Semoga kian terwujud ketahanan ekonomi melalui sektor pertanian.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Juli 2018