AMBON – Pasca gempa sampai hari ini (8/10), sekolah di Ambon masih diliburkan. Bangunannya ambruk, entah kapan mulai dibangun lagi. Pemerintah setempat belum menetapkan sampai kapan anak-anak akan kembali belajar lagi. Padahal, mereka sudah merindukan kelasnya yang menyenangkan dan bermain dengan teman-teman sebayanya.

Di Desa Liang, Sekolah Darurat dibuka oleh tim RNPB Laznas LMI. Di tenda ini anak-anak bisa terus belajar seperti halnya sedang berada di sekolah. Ada pelajaran olahraga, matematika dan IPA, bahkan kesenian. Mereka juga belajar mendongeng, menggambar, dan mendapatkan pendidikan kebencanaan. Agar terasa seperti kembali ke sekolah sungguhan, anak-anak boleh memakai seragam sekolahnya.

Guru di Sekolah Darurat adalah para relawan. Ada Kak Irfan, Kak Ghisda, Kak Lilik, dan Kak Supriyadi. Awalnya, mereka yang menjemput anak-anak dari tenda ke tenda. Usia mereka yang ikut belajar di Sekolah Darurat ini antara 8 sampai 13 tahun. Kelas pun dibuka dua jadwal, yaitu pukul 8 sampai 10 pagi dan pukul 4 sampai pukul 5 sore.

Sobat Zakat, Ambon masih membutuhkan bantuan kita.

Salurkan kepedulian Anda melalui⁣ :
Bank Syariah Mandiri 708 260 4191⁣
a.n Lembaga Manajemen Infaq⁣
kode unik transfer 49, contoh: Rp200.049,-⁣

Konfirmasi transfer: 0822 3000 0909⁣

 

Laznas LMI⁣⁣
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya⁣⁣
☎ 0822 3000 0909⁣⁣
🌐 IG : @lmizakat