Bangladesh – Anak – anak selalu menjadi pihak yang paling terdampak dalam sebuah konflik. Tidak terkecuali ketika terjadi pengungsian besar-besaran dari Myanmar ke Bangladesh. Ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri dari kekejaman tentara Myanmar. Banyak di antara mereka yang masih bocah tidak luput menjadi korban penyiksaan.

Hal itu terungkap dalam perjalanan penyaluran bantuan oleh Tim Relawan Laznas LMI. Salah seorang anak, Jannati tertembak kaki kanannya. Gadis kecil itu saat ini masih belum bisa lepas dari trauma yang dialaminya. Saat bertemu dengan relawan LMI, wajahnya menyimpan duka yang begitu dalam. Tangannya masih menggenggam erat kruk yang digunakannya untuk berjalan. Maklum, Jannati masih belum pulih dari bekas luka tembakan. Jannati mengaku harus mengungsi untuk menyelamatkan diri dari kejaran tentara Myanmar. Ketika itu, dia bersama kedua orangtuanya. Saat itu dia juga melihat sendiri orangtua yang paling dikasihinya mendapat penyiksaan.

Jannati hanya menjadi satu contoh saja anak – anak Rohingya yang kini kehilangan masa kecilnya untuk bermain dan belajar. Ketika ditanya relawan apakah dia bersedia diasuh di negara lain, Jannati sontak menjawab tegas. Dia mengucap terima kasih dan hanya ingin kembali ke tempat lahirnya di Myanmar.

Selain Jannati, masih banyak pengungsi lain dalam kondisi sakit pasca menyelamatkan diri dari tentara Myanmar. Contohnya Imanullah.

Laki-laki berjenggot tersebut kakinya juga tertembak. Kakinya dibiarkan membusuk ketika perjalanan menuju Bangladesh untuk mencari keselamatan. Sampai-sampai ada belatung di lukanya. Meski begitu, Imanullah tetap bergerak ke Bangladesh walau harus menahan sakit. Akibatnya, kakinya kian membusuk. Sepuluh hari dalam perjalanan, dia akhirnya tiba di Bangladesh. Tapi, dia harus rela ketika kakinya diamputasi.

Imanullah selalu berlinang air mata setiap mengingat perjuangannya bersama saudara Rohingya yang lain untuk menghindar dari kekejaman tentara Myanmar. Kini, dia tidak bisa berjalan normal. Selalu ada alat bantu kruk untuk melakukan aktivitas.

Untuk meringankan duka Jannati dan Imanullah serta saudara Rohingya lainnya, tim Laznas LMI terus melanjutkan pendistribusikan bantuan. Siang kemarin (5/11), tim menyalurkan 450 paket sembako dan selimut di Kutupalong, Cox’s Bazar. Paket tersebut berisi beras, bawang bombai, bawang putih, cabai, garam, dan selimut. Total bantuan tersebut mencapai Rp 99 juta.

Paket bantuan tersebut dibawa menggunakan truk menuju camp pengungsian. Pembagian dibantu tentara Bangladesh. Bahkan, panglima negara tersebut juga ikut andil memberikan pengawalan saat pendistribusian.

Laznas LMI dan beberapa lembaga bantuan lain juga menggandeng mitra lokal relawan dari Bangladesh. Yakni Ahli Hadits Andalon Bangladesh (AHAB). Tim saling bantu membantu membawa paket yang akan didistribusikan bagi para pengungsi. Tidak hanya itu, pasca pembagian bantuan tim relawan bersama AHAB selalu menjalankan kajian untuk menghidupkan kembali semangat membantu saudara Rohingya.

Mitra lokal AHAB dikenal berintegritas. Setiap Taka Bangladesh yang disalurkan dihitung dengan benar agar sampai ke tangan pengungsi.

Para pengungsi Rohingya pun sangat mengapresiasi bantuan dari Indonesia. “Mereka bilang kita memiliki empati tinggi dan senang sekali dengan orang Indonesia,” ucap Susanto. (Susanto/nir)

Laznas LMI
Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
0822 3000 0909
@lmizakat
Rekening Donasi:
708 2604 191