PONOROGO – Dua tahun lalu Ponorogo diterjang banjir, termasuk desa Banaran, kecamatan Pulung yang saat ini sebagian warganya menjadi binaan LMI. Mereka harus memulai dari awal lagi untuk menata hidupnya, termasuk finansial. Termasuk petani singkong yang menanam ulang tanamannya dan menjual hasilnya ke tengkulak.

Selain menjual singkong mentah, petani di Banaran juga menjual singkong cacah sebagai bahan dasar pembuatan gaplek, tiwul, dan aneka makanan tradisonal lain. Selama ini para petani mencacah singkong secara manual, namun Selasa (13/11) lalu LMI menyerahkan bantuan alat pencacah singkong kepada kelompok petani binaan.

Adanya alat pencacah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghasilan para dipetani, sehingga nantinya mereka mampu mengemas sendiri berbagai produk olahan singkong untuk dijual langsung kepada penikmat makanan tradisional di Indonesia.

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian