PARENTING

Oleh: Sinta Yudisia

Penulis, Psikolog

Bagi sebagian keluarga, ‘memusnahkan’ televisi adalah wajib. Amy Chua, penulis Battle Hyme of Tiger Mother, termasuk orang yang melarang anak-anaknya menggunakan perangkat ini dan menggantikan waktu mereka dengan membaca, berlatih biola, dan piano. Hasilnya memang mencengangkan, Sophia dan Lulu dinobatkan sebagai sepasang kakak beradik dengan kemampuan musik yang luar biasa di usia muda. Sekarang, keduanya beranjak remaja. Ketika publik Amerika mengecam habis gaya otoriter sang ibu, Sophia dan Lulu malah membela dan mengatakan, “bila ibu kami tidak seperti macan, kami tak akan berhasil! “

Anda suka film ET The Extra Terrestrial, Jurrasic Park, Raiders of the Lost Ark?

Tentu tak asing dengan imajinasi luar biasa makhluk luar angkasa, hewan-hewan raksasa macam Brachiosaurus atau T-Rex. Hingga kini Spielberg masih menjadi salah satu sutradara ternama yang menghasilkan film-film spektakuler (di luar respon kontroversial seperti filmnya Schindler’s List). Di masa kecil, Leah Spielberg-sang ibu, mendampingi Spielberg kecil menonton televisi. Tiap kali menonton, Spielberg mengkritik sebuah film dan bercita-cita: kelak aku akan membuat film yang lebih bagus dari itu!

Menilik dua tipe orangtua, anda lebih suka gaya Amy Chua atau Leah Spielberg? Setiap metode pendidikan punya kelebihan dan konsekuensi, punya pula celah kesalahan. Anda memilih gaya Amy Chua tapi tak memberi ruang alternatif, tak memberikan penjelasan -sebagaimana diskusi panjang dan ‘panas’ Amy dengan kedua anaknya- maka pola otoriter orthodok mungkin menjadikan anak patuh dan tak mengkonsumsi televisi, tapi memberontak di sisi lain. Memilih gaya Leah? Silakan. Tetapi Anda tak menyempatkan diskusi-diskusi seni, filosofi, seperti yang ditanamkannya pada Spielberg; anak akan kecanduan televisi dan memelototi bahkan iklan yang itu-itu saja!

Kecanggihan teknologi bagai pisau, berharga untuk mengupas sesuatu tapi dapat melukai. Internet, televisi, blackberry, facebook, mungkin tak asing lagi bagi buah hati. Bila ingin menonton satu tayangan, letakkan TV di ruang terbuka, tonton bersama dan bantu anak untuk membuat komentar positif. Matikan televisi –minta anak yang mematikannya, agar ia belajar bertanggung jawab- di luar jam yang disepakati.

Bila kita memutuskan meniadakan internet, televisi, facebook, handphone canggih; berikan pula alasan yang dapat diterima sesuai usia perkembangan. Bersabarlah menjelaskan, sediakan waktu diskusi, jangan lupa dampingi ananda melakukan aktivitas berharga!

Saya memilih metode hybrid – suatu gaya pendidikan yang dipopulerkan Amy Chua. Metode ini adalah metode gabungan, tergantung kebijaksanaan Anda. Televisi boleh menyala sesuai kesepakatan, dan kami akan mencoba membahas tayangan memasak, film atau bahkan politik. Tetapi bila saatnya mati -anakanak kadang merayu- maka saya tegaskan.

“Saatnya menjadi ibu macan untuk kalian!”

Anak-anak manyun. Saya berdiri mengawasi, menunggu mereka mematikan televisi –bukan saya. Penolakan timbul di awal, tetapi kemudian mereka tenggelam dalam buku-buku, menggambar, atau asyik berdiskusi, bahkan memasak bersama.