Surabaya – Wujud keprihatinan Indonesia terhadap muslim Rohingya terus mengalir. Tak ingin ketinggalan dalam program kebaikan, beberapa lembaga dan organisasi di Surabaya menyelenggarakan acara Charity for Rohingya. Berisi penyampaian testimoni kesedihan dari berbagai tokoh masyarakat, serta penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya.

Sebagai penggagas acara, Laznas LMI, Menebar Energi Positif (MEP), Suara Muslim Surabaya, ACT, dan ICMI Jawa Timur bermaksud mengajak warga Surabaya untuk ikut andil dalam program kemanusiaan untuk menyelamatkan etnis Rohingnya. Acara yang dilaksanakan di Hotel Garden Palace Surabaya ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie (Ketua ICMI) dan Drs. H. Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur).

Gus Ipul, sapaan akrab Drs. H. Saifullah Yusuf, menyatakan, “Segala macam penindasan yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan , seperti yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar ini, harus dihentikan.”

Begitu juga Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie menghimbau kepada msyarakat indonesia untuk menjadikan tragedi rohingya ini sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. “Kejadian rohingya merupakan pelajaran untukmencintai sesama manusia. Kita harus tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia memiliki masyarakat muslim yang toleran.”

Dalam kesempatan testimoninya, Direktur Utama Laznas LMI, Agung Heru Setiawan menyampaikan bahwa sebagai anggota AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar) berkomitmen untuk terus mengawal program-program kemanusiaan untuk meringankan penderitaan korban konflik Rohingya.

22 September 2017 mendatang, Laznas LMI juga akan mendelegasikan 2 relawan kemanusiaan Rohingya untuk menyalurkan amanah donatur ke Bangladesh dan Rakhine Myanmar. Program yang akan di berikan kepada korban konflik Rohingya, bukan saja program karitas jangka pendek. “Program yang akan kami jalankan adalah program pemberdayaan jangka penjang, meliputi program pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.” Pungkasnya.

Acara tersebut diakhiri dengan penggalangan dana kemanusiaan. Selama Acara diperoleh donasi sebesar 59,8 juta sebagai wujud konkret warga Surabaya untuk meringankan duka Rohingya.