oke-web-1Pidie Jaya – Gempa 6,5 skala richter yang melanda Aceh, tepatnya di Pidie Jaya (7/12) menimbulkan korban yang tak sedikit. Lebih dari 100 orang meninggal dunia, dan ribuan lainnya harus mengungsi karena tempat tinggal yang hancur.

Laznas LMI bertindak cepat. Satu hari setelah gempa, tim kemanusiaan LMI telah berada di Pidie Jaya. Fokus utama tim adalah mengatasi kebutuhan perempuan, pendidikan dan kesehatan.

Bersama dengan relawan kemanusiaan lokal, penyaluran bantuan di arahkan ke kecamatan Trienggadeng. Terdapat lima lokasi posko pengungsian yang sangat membutuhkan logistik selain makanan yaitu desa Sagoe, desa Gampong Tuha, desa Teumana, desa Tampui dan desa Panton Raya, yang  membutuhkan selimut, terpal, nutrisi, kebutuhan wanita seperti pembalut dan pakaian dalam, tenda, terpal dan sarung.

Selain itu disalurkan pula obat-obatan melalui tenaga medis puskesmas Trienggadeng, karena banyaknya warga yang mulai mengalami sakit seperti ISPA, memar karena tertimpa bangunan, dan juga vitamin bagi anak-anak dan balita.

Tak lupa pula, bantuan berupa sarana belajar seperti buku tulis dan pensil disalurkan ke sekolah seperti di SMK 1 Bandar Baru, dan posko pengungsi di desa Tuha.

Donasi yang terus mengalir, akan tetap disalurkan bagi korban kemanusiaan, agar mereka tahu bahwa masih banyak yang peduli akan penderitaan mereka [km/ai]