Mustahik Berdaya

Jika Anda mengira bahwa tanaman hidroponik hanya dapat dilakukan dengan pembiayaan mahal dan trennya hanya terjadi di kota besar, maka persangkaan itu tidak tepat. Sofian Fakhrudin, salah satu penerima beasiswa LMI asal Pare, Kediri, membuktikannya. Pemuda yang saat ini sedang kuliah jurusan Ilmu Alquran dan Hadist di IAIN Kediri ini sedang disibukkan dengan mengurus kebun hidroponik di pekarangan rumahnya. Sekarang Sofian memiliki tananam kangkung, pakcoy, dan bayam.

Keterampilan menanam dengan teknik hidroponik ini didapat setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh LMI unit layanan Kabupaten Kediri pada pertengahan tahun 2018. Berbekal ilmu tersebut dan perlengkapan seadanya, Sofian mencoba untuk mempraktikkannya di rumah. Di tahap awal, dia berlatih untuk disiplin mengaliri air setiap pagi mulai pukul 05:30 sampai 7:30 dan sore 15:00 sampai 17:00. Pun yang tidak kalah penting adalah memberi pupuk cair agar tanamannya tetap ternutrisi dengan baik.

“Alhamdulillah, untuk perawatan dan pengairan tidak sesulit yang saya bayangkan. Soal listrik, tidak terlalu mahal karena sejak ada ini (tanaman hidroponik) di rumah naiknya tagihan cuma lima ribu rupiah saja,” tuturnya.

Rupanya, berbekal pengalaman merawat tanaman hidroponik tersebut, anak pasangan Supono dan Tatiah ini berhasil mendapat bantuan perlengkapan untuk tanaman hidroponik lengkap dengan pupuk cair dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Pemuda yang masih aktif sebagai ketua remaja masjid di lingkungannya tersebut akhirnya menerima hibah 18 paralon baru dengan 400-an netpot dan pupuk cair.

Rata-rata sayuran yang ditanam Sofian memiliki masa tanam 30 – 40 hari sampai akhirnya bisa dipanen. Harga jualnya pun cukup menarik, Rp5.000/300 gram. Selain tanaman hidroponik punya nilai jual lebih karena bebas pestisida, karena sayur-sayurannya ini pula Sofian jadi kerap membagi hasil panennya kepada tetangga. “Insyaallah, beberapa waktu ke depan akan mempersiapkan pelatihan untuk anak muda di sekitar sini. Semoga dengan tanaman hidroponik mereka dapat membiayai sekolah sendiri, atau setidaknya meringankan beban orang tua dalam belanja,” ujarnya penuh percaya diri.