Pacitan – Bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan meninggalkan kisah sedih bagi siswa-siswi di wilayah terdampak. Sebab, sekolah mereka ikut terendam. Alat belajar mulai dari meja, kursi, hingga buku-buku pun rusak.

Kondisi tersebut dapat dilihat salah satunya di TK Putra Karya Desa Banjarsari. Buku-buku pelajaran basah yang bisa diselamatkan dijejer di depan sekolah. Buku tersebut dikeringkan. Hal serupa juga terjadi di SDN Banjarsari dan SMP 1 Arjosari.

Tim Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) Laznas LMI pun bergerak untuk membersihan lokasi. Ruangan dalam kelas yang penuh lumpur dibersihkan satu per satu. Tidak terkecuali bagian luar sekolah.

Selain terkendala kondisi sekolah yang belum pulih, para murid juga terkendala untuk bersekolah lantaran seragam serta perlengkapan sekolahnya ikut rusak terkena banjir. Mereka sangat membutuhkan bantuan seragam mulai dari jenjang SD, SMP, sampai SMA. “Yang sangat diperlukan seragam, alat tulis, tas, dan sepatu,” ujar Koordinator Tim RNPB Laznas LMI Susanto.

Relawan akan terus melanjutkan misi kemanusiaan. Apalagi masa tanggap darurat yang seharusnya berakhir Senin (4/12) diperpanjang hingga sepekan. Yakni sampai Senin depan (11/12). Selain fokus pada revitalisasi sekolah, tim juga melanjutkan misi menyalurkan bantuan bagi warga. Sebab, banyak warga terdampak yang kondisinya sangat membutuhkan bantuan.

Misalnya Sumarno. Pria berusia 41 tahun yang kesehariannya sebagai pemulung di Banjarsari tersebut tidak memiliki apa-apa lagi. Banjir telah menghancurkan rumah seisinya. Yang terselamatkan hanya baju di badan. Sang istri, Sari Lestari hingga kini masih terpukul. Perempuan berusia 31 tahun tersebut tidak kuasa untuk menceritakan kembali peristiwa itu. Padahal, pasangan itu masih memiliki tanggungan yang masih duduk di kelas IX SMP.

Hingga saat ini, pendistribusian bantuan juga masih berlangsung. Salah satunya peralatan sekolah untuk anak-anak korban banjir dan tanah longsor. Bantuan tersebut diharapkan membangkitkan kembali semangat anak-anak untuk sekolah. Hal itu terlihat dari semangat siswa-siswi mengikuti UAS (Ujian Akhir Semester) meski harus menyeberangi jalur bekas longsor dan banjir. Bantuan alat sekolah saat ini sangat dibutuhkan. Karena banyak perlengkapan sekolah para siswa yang hanyut terbawa banjir, padahal mereka sedang menghadapi UAS. (nir)

————————-
Laznas LMI
 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
 0822 3000 0909 / http://bit.ly/KonfirmasiuntukBantuanKemanusiaan
 www.lmizakat.org
💳 BSM 708 2604 191
Kode transfer 28, misalnya Rp 1.000.028
————————-
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik