“Ibu-ibu, apa bedanya nasi goreng yang bikin sendiri dan yang beli di restoran?” Pertanyaan Chef Wawan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk berpikir. “Rasanya, Chef!” Tebak salah satu peserta. “Harganya, Chef! Kalau di restoran lebih mahal,” tebak yang lain.

Chef Wawan yang telah lama menggeluti bisnis kuliner pun menjawab dengan lugas. “Memasak nasi goreng itu hampir sama resepnya. Tapi, kenapa ada orang rela membeli dibanding masak sendiri? Alasannya, karena penyajian nasi goreng buatan sendiri biasa saja, sedangkan kalau orang beli mereka akan dimanjakan dengan penyajiannya yang cantik. Alasan berikutnya, tentu saja rasanya,” papar Chef yang juga aktif sebagai relawan RNPB Laznas LMI ini.

Acara pembukaan program Anak Indonesia Suka Makan Ikan (Aisumaki) Laznas LMI tengah dimulai di Kalimantan Selatan pada hari ini, Jumat (22/02). Halaman mushola Al-Hidayah Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur pun dipilih sebagai lokasi sampai dua hari ke depan. Pagi ini menjadi hari paling ditunggu para mustahik yang ingin segera memulai usahanya di bidang kuliner.

Chef Wawan begitu cekatan saat berdemo memasak nasi goreng ikan. Sambil menyaksikan gerakan tangannya yang terampil, seluruh peserta terus menyimak dengan serius penuturan dari Chef Wawan.

Setelah menyimak demo dari Chef Wawan, ibu-ibu mustahik mempraktikkan berbagai resep nasi goreng ikan sekaligus berlatih mempercantik penyajian. Kepala Kanwil LMI Kalsel, Khoirul Mustaqim berharap dari pelatihan ini para mustahik yang merupakan ibu rumah tangga dapat memperoleh resep makanan spesial yang dapat diterima oleh konsumen. Selain itu, melalui pelatihan ini pula semoga muncul pengusaha-pengusaha baru di bidang kuliner.
.
.

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian
.