Balikpapan – Menjelang Hari Raya Idul Adha pada Agustus mendatang, sebagian ummat Islam menanti untuk mendapatkan daging qurban. Banyak masyarakat dhuafa di Indonesia yang baru bisa menikmati daging saat hari raya qurban. Karena itu, keberadaan para pequrban begitu dinanti.

Nah, berqurban tidak selalu harus menunggu berlimpah harta dan bisa diusahakan siapapun. Seperti yang dilakukan Mareta Uci Kartika Indrawati. Perempuan muda berusia 33 tahun itu rutin berqurban terus selama delapan tahun ini. Bahkan, tahun ini sudah masuk kesembilan kalinya Mareta berqurban.

Dia mulai berqurban sejak awal bekerja. Tepatnya pasca lulus dari kampusnya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ketika itu, sebenarnya pendapatannya sebagai fresh graduate tidak seberapa. Tapi, dia meyakini kalau berqurban tidak perlu menunggu memiliki gaji besar.

Apalagi ada pesan dari seorang sahabat yang menyentil sanubarinya. “Temen ngomong, kalau nunggu gaji besar nanti nggak qurban-qurban. Harus yakin penghasilan kita pasti cukup. Dari situ saya usahakan setiap bulan menyisihkan dari gaji yang ada,” ujar Mareta.

Sejak saat itu, setiap tahun ibunda dari El Saladin Dymargani itu terus berqurban melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) LMI. Dia bahkan menyediakan rekening tabungan khusus qurban dengan sistem auto debet. Dia menabung qurban bukan dari sisa uang, tapi dari sejak awal masuknya gaji. Cara ini bisa ditiru untuk siapapun yang ingin berqurban.

Mareta mengungkapkan, jika tidak khusus menabung qurban, dirinya khawatir ketika tiba waktu Idul Adha dananya tidak ada. Misalnya habis untuk kebutuhan yang lain.

Dia pernah mengalaminya pasca menikah dengan sang suami. Ketika itu, dia berfikir ada double pemasukan karena sekarang telah menikah. Namun, jika tidak khusus ditabung ternyata menjelang hari H, dananya terpakai untuk pengeluaran. “Itu pelajaran berharga buat saya,” ungkapnya.

Bagi Mareta dan keluarga, qurban sudah menjadi wajib dan bisa diusahakan. Jika untuk membeli tas, sepatu, dan baju bisa menghabiskan berjuta-juta dalam setahun, bahkan membeli motor dan jalan ke luar negeri bisa dilakukan, Mareta terfikir kenapa masih banyak orang merasa berat dengan qurban. “Jumlah pengeluaran untuk beli-beli itu banyak. Kenapa untuk qurban nggak bisa. Apalagi ini setahun sekali,” ujarnya.

Ada satu hal yang membuat perempuan yang kini tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur itu semangat berqurban. Mareta bahagia bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, dia pernah tinggal di tempat di mana masyarakatnya untuk makan dengan lauk telur pun susah. Apalagi daging. “Saya lahir dan besar di kondisi lingkungan masyarakat yang banyak kekurangan. Kalau Idul Adha mereka senang sekali bisa mendapat daging. Dengan berqurban, semoga bisa menyenangkan mereka,” terangnya.

Sementara itu, sejak pertama berqurban Mareta sudah mempercayakannya melalui Laznas LMI. Mareta memilih Laznas LMI untuk menyalurkan qurbannya.

Sebab, dia menyebut LMI sebagai lembaga zakat nasional jangkauannya luas dan profesional. Penerimanya mencapai 50 ribu orang lebih per tahun. Bahkan, penerimanya sampai di tujuh negara luar negeri seperti di Palestina, Suriah, dan untuk etnis Rohingya. “LMI penyebaran qurbannya tidak hanya di kota-kota, tapi lebih ke tempat yang minim qurban. Jadi Insya Allah tepat sasaran,” terangnya.

Dia pun menyemangati semuanya agar tidak menyia-nyiakan waktu qurban tahun ini. Mau kambing atau sapi tidak masalah. Awalnya, Mareta juga berqurban dengan kambing. Setelah menikah, dia baru qurban sapi kolektif dengan nama suami, anak, dan beberapa nama keluarga yang kurang mampu. “Mulai sekarang disiapkan. Kalau nanti-nanti mikirnya bakal kurang terus. Harus semangat,” katanya.

Qurban merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Banyak keutamaan qurban yang luar biasa, mari memampukan diri karena berqurban sebenarnya bisa diusahakan.

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian