web2
Tulungagung – Laznas LMI melakukan pelatihan tanggap bencana selama dua hari pada (4-5/3). Kegiatan ini dilakukan untuk membentuk Tim Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana yang senantiasa siap siaga dalam menghadapi bencana. Output dari kegiatan ini nantinya akan dibentuk dua tim penanggulangan bencana untuk penyelamatan air dan penyelamatan darat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Wisata Kampoeng Air, desa Wajak Kidul, Tulungagung dan diikuti oleh karyawan dan relawan binaan LMI. Berbagai teknik dan teori dipaparkan dalam pelatihan ini, mulai dari teknik penyelamatan korban tenggelam dan pingsan, aksi penyelamatan dalam air, rafling teknik penyelamatan dari gedung, dan teknik mendirikan tenda posko.

Soeroto, Kepala BPBD Tulungagung, menyambut baik acara pelatihan ini. Melalui pelatihan ini, Beliau ingin ada sumber daya manusia (SDM) pengelola bencana yang tidak hanya mampu membantu masyarakat. Namun, juga bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya tanggap bencana..

Selain itu, kesiap-siagaan, penyiapan data sumber daya dan ketersediaan peralatan yang akurat sangat dibutuhkan. Agar, setiap saat siap dikerahkan untuk memberikan respon cepat dan tepat terhadap bencana. “Terutama pada masa tanggap darurat atau 72 jam pertama,” ujar Soeroto selesai mengukuhkan Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana [RNPB] Laznas LMI

Agung Heru Setiawan, Direktur Utama LMI, berharap bahwa dari pelatihan ini akan muncul tim yang siap membantu ketika bencana terjadi sehingga dapat mengurangi risiko bencana.”Tidak hanya ketika bencana terjadi, pasca bencana pun tim ini harus siap dalam proses distribusi bantuan,” ujarnya.

“Karena itu, RNPB harus siap digerakkan setiap saat, menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana Laznas LMI, dan bekerja sama bersama masyarakat untuk mendistribusikan bantuan dan penanganan pasca bencana”, pungkas Agung