BANGLADESH – Kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh begitu memprihatinkan. Hal tersebut terungkap saat tim Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) melanjutkan penyaluran bantuan kemanusiaan kemarin (2/11).

Tenda pengungsian begitu tidak layak untuk ditempati. Tenda hanya ditutupi plastik dan terpal seadanya. Di depan tenda anak-anak tampak bermain. Ada yang bertelanjang dada, sampai ada yang tidak memakai celana. Jalan di depan camp masih berupa tanah liat. Tidak mengherankan jika saat hujan turun dengan deras, jalan menjadi becek dan tenda kebanjiran. ”Kalau hujan sangat licin tanahnya, juga berlumpur,” ujar anggota tim relawan Laznas LMI Susanto.

Selama ini, dalam satu shelter di huni tiga kepala keluarga. Mereka makan, tidur, memasak, dan semua aktivitas lain di dalam shelter. Siapapun yang pertama kali masuk tenda bakal merasakan udara yang sangat panas. Cukup panas sampai bisa menghitamkan kulit.

Untuk meringankan kondisi di penampungan, tim menyiapkan 150 paket sembako di setiap titik. Sebenarnya, ada tiga titik yang akan mendapat distribusi. Namun, kemarin baru dua lokasi yang mendapat penyaluran bantuan. ”Perjalanan antar titik cukup jauh, butuh tiga jam naik mobil dan jalan kaki satu jam,” ungkap Susanto.

Dengan menggunakan sebuah truk, bantuan dibawa menuju ke dua lokasi di Ukhiya distrik Cox’s Bazar. Yakni Mura dan Thaing khalee. Tim relawan langsung blusukan ke tempat pengungsian. Relawan ditemani tim lokal bernama Syaih Mahmud. ”Apa kabar,” ujarnya saat menyapa anggota relawan dari Laznas LMI.

Tim relawan melakukan blusukan langsung ke shelter karena pembagian makanan dan pakaian kepada pengungsi bisa lebih merata. Blusukan juga dilakukan lantaran jika menggandeng tentara Bangladesh hanya pengungsi terdekat yang dapat. Akibatnya, tim berjalan sangat jauh dari posko pertama. Bahkan mencapai 5 km dari pintu masuk camp. ”Itu pun kami harus bergerak cepat untuk menghindari berkumpulnya para pengungsi,” tutur Susanto.

Dari mulai pagi, penyaluran bantuan baru selesai saat matahari tenggelam. Aktivitas disambut begitu antusias oleh warga Rohingya. Sebelum kembali ke posko, tim menyempakan salat Ashar berjamaah bersama para pengungsi di Masjid At Tauhid.

Masjid ini dibangun oleh Tim Relief Indonesian Humanitarian Alliance (IHA). Hari ini (3/11), tim relawan Laznas LMI akan terus melanjutkan perjalanan untuk meringankan penderitaan saudara-saudara Rohingya. (susanto/nir)