Berawal dari pelatihan hidrophonik dasar yang diperuntukkan bagi penerima beasiswa LMI April 2018 lalu, Rasyid kemudian mencoba merapkan ilmu tersebut dengan berkebun di rumahnya sendiri. Siswa SMK ini tertarik memodifikasi teknik hidroponik yang diberikan dari fasilitatornya, Adi Surya.

Saat itu Rasyid dan kelompoknya mendapat hadiah seperangkat media tanam, lengkap dengan bibit dan pupuknya. Namun, selang beberapa waktu dia merasakan bahwa biaya operasional penanam sayur dengan teknik hidroponik 3 kali lipat lebih mahal dibanding menggunakan media tanam biasa. Laki-laki yang lahir pada tahun 2001 ini pun mengonsultasikan bagaimana agar dapat berkebun dengan media tanah.

โ€œBibitnya dari Mas Adi Surya ada kangkung, pakcoy, sawi, dan lain-lain. Tugas saya nyirami dan menjaga biar ndak dimakan ayam, sampai akhirnya bisa tumbuh sampai sekarang ini,โ€ ungkap Rasyid yang kini sudah menikmati 2 kali panen sayurannya.

Orangtau Rasyid yang sehari-hari bekerja sebagai serabutan di pasar pun bangga dengan kerja keras anaknya. Apalagi anak laki-lakinya ini membagi hasil tanamannya ke tetangga sekitar. Sehingga, rasa bahagia pun tidak dirasakan sendirian, tapi juga dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Laznas LMI
Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
0822 3000 0909
www.lmizakat.org
————————–
๐Ÿ“„ SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
๐Ÿ† Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
๐Ÿ“ˆ Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian