Konsultasi Zakat

Oleh: Ustaz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA

Anggota Dewan Pengawas Syariah LMI

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustaz, saya masih penasaran mengapa zakat itu cuma 2,5%, padahal pajak saja 10% bahkan ada yang lebih. Kalau saya membayar pajak, apakah boleh saya meniatkan untuk sekalian membayar zakat? Terima kasih atas jawabannya.

Reza, Surabaya

 

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu ‘ala Sayyidinya Rasulillah, amma ba’du.

Kadar atau besaran zakat mal (zakat harta) yang harus dibayar oleh muzakki itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya, tidak selalu 2,5 %. Jumlah tersebut belaku pada zakat emas, perak, perniagaan, tabungan, dll. Sementara ada yang 5 % atau 10 % untuk zakat hasil bumi. Sebagaimana ada yang sampai 20 % untuk zakat rikaz (harta karun). Lalu ada hewan ternak yang berbeda-beda zakatnya sesuai dengan perbedaan jenis hewan ternak yang dimiliki.

Dimana penetapan besaran kadar zakat mal yang ternyata berbeda-beda itu, tidak lain adalah dari syariah itu sendiri dengan dalil-dalil syar’inya yang bisa dirujuk di dalam kitab-kitab hadits dan juga fiqih. Harus kita sikapi semua ketentuan hukum syariah Islam, dengan penuh keimanan, penerimaan dan sikap sami’na wa atha’na. Ditambah keyakinan yang tanpa adanya keraguan sedikitpun bahwa seluruh ketentuan hukum syar’i tersebut pastilah sudah merupakan yang paling tepat dan yang paling bijak.

Ada hikmah yang bisa kita temukan di sini. Pertama, zakat hanya 2,5 % padahal pajak saja sampai 10 % menegaskan bahwa syariah Islam tidak untuk memberatkan, melainkan sangat meringankan. Kedua bahwa zakat, infak, sedekah, dan sejenisnya disyariatkan dengan target utama antara lain untuk membangun jiwa dan semangat berbagi sebagai bentuk syukur dalam diri setiap muslim, yang tentu sekaligus untuk “menghilangkan” sifat kikir dari hatinya. Ketiga, zakat tentu juga ditujukan untuk membantu, memenuhi dan menutup kebutuhan hidup bagi masyarakat muslim yang berkekurangan.

Meniatkan zakat saat membayar pajak tidak dibenarkan. Karena, antara kedua kewajiban tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sangat mendasar dalam status hukum, syarat, ketentuan, penghitungan, sasaran dan lain-lain. Sehingga karenanya, masing-masing tidak bisa saling menggantikan yang lain. Jika pun dapat, maksimal hanya bisa saling mengurangi saja.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.