qurban-ntt qurban-banjarnegara

Banjarnegara/Manggarai Timur – Siapa yang menyangka, di tengah pulau jawa ternyata masih ada daerah yang belum pernah menikmati daging hewan qurban. Fakta tersebut didapatkan Laznas LMI ketika mendatangi desa Gumelem Kulon yang merupakan bagian dari kecamatan Susukan, kabupaten Banjarnegara.

Desa yang pada awal Ramadhan lalu terkena terjangan longsor ini termasuk daerah terpencil, dengan medan yang berat dan mendaki. Ketika tersiar kabar bahwa Laznas LMI akan memotong hewan qurban, disambut antusias oleh warga karena sangat jarangnya mereka mendapat daging qurban. Bahkan menurut Darisan, warga setempat, dirinya bahkan belum pernah mendapatkan daging qurban selama hidupnya.

Menghadapi medan berat untuk mendistribusikan hewan qurban juga dirasakan oleh tim Laznas LMI yang bertugas di kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Di daerah dimana umat Islam adalah minoritas ini, relawan Laznas LMI harus menempuh jarak 20 km dengan menuntun sapi yang akan di qurbankan. Bukan jarak yang dekat, terlebih karena medan yang sulit dan mendaki.

Namun segala kesulitan yang dihadapi, hilang tuntas ketika masyarakat muslim yang menantikan hewan qurban menyambut hangat kedatangan relawan, dan segera dilakukan pemotongan hewan qurban kemudian didistribusikan.

Mustamar, kepala desa Biting, kecamatan Elar, menyambut baik kehadiran Laznas LMI di daerahnya. Dinamika umat Islam di Biting ini cukup menarik. “Sampai saat ini komposisi muslim sudah mencapai 50% dari 277 kepala keluarga di Biting. Ada beberapa keluarga yang menjadi muallaf atau kembali masuk Islam setelah beberapa waktu lamanya pindah agama”, ungkap Mustamar.[him/grn/af]