MOJOKERTO –KTQ Pacet
Lembaga Manajemen Infaq (LMI) melalui program KTQ (Karantina Tahfidz Al-Qur’an) yang berlangsung sepekan di Pacet, Mojokerto menyiapkan lahirnya generasi Qurani.

“Anak saya memang hafalannya bagus, tapi masih sulit dibangunkan sahur, saya kuatir, tapi melihat kesiapan LMI dan Muhafidz yg akan membina di sini, saya merasa lebih tenang,” Ujar salah satu orang tua yang mengantar dari Blitar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/6).

Dalam waktu 9 hari tersebut, efektif 7 hari digunakan sebagai prosesi karantina dengan target tambahan hafalan 5 juz, rata – rata peserta setidaknya sudah memiliki pengalaman dan bekal hafalan minimal 1 juz. Anak-anak yang terbiasa menghafal Alqur’an dan merasakan kenikmatannya adalah anak-anak yang disiplin dan mampu mengelola waktunya dengan baik.

Mereka punya bakat manajemen dan kebersihan hati, dan jika terus dikembangkan, maka di masa dewasanya akan memberikan banyak kontribusi positif bagi Indonesia.

Citra Widuri, Direktur Pelaksana LMI mengatakan, “Tahun 2020 hingga 2030 nanti Indonesia diprediksi kuat akan mendapatkan limpahan bonus demografi, yakni suatu kondisi dimana 70 persen warganya ada pada usia produktif. Sehingga besar harapan LMI, peserta KTQ LMI sekarang, pada tahun tersebut adalah bagian dari orang-orang yang mengendalikan kemajuan Indonesia, segolongan hafidz hafidzah yang memiliki visi peradaban dan energi Qur’ani yang terberkahi. Sehingga Allah SWT tidak akan menunda kejayaan bangsa ini…”

“Program KTQ LMI ini adalah bagian dari pengembangan Rumah Tahfidz LMI, hal ini kita sedang menyiapkan banyak generasi yang selalu interaksi dengan Al Quran, kita ingin negara ini punya pemimpin, pengusaha dan rakyat di masa depan yang berinteraksi dengan AlQur’an, insya Allah akan mampu mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin ” Pungkas Agung HS, Dirut Laznas LMI dalam sambutan Penutupan KTQ Gelombang pertama.

Sumber