Konsultasi Syariah

Oleh: Ustaz Prof. Dr. H. M. Roem Rowi, MA.

Ketua Dewan Pengawas Syariah LMI


Assalamualaikum, Ustaz.

Beberapa waktu lalu saya sangat menginginkan sesuatu, sampai-sampai saya bernazar, saya janji pada diri sendiri jika hal ini terjadi maka saya akan melakukan suatu amalan, yang saat itu saya yakin dapat saya kerjakan. Alhamdulillah, akhirnya keinginan saya terkabul. Tetapi, Ustaz, saat ini saya merasa nazar saya terlalu berat untuk dilaksanakan. Apakah saya berdosa jika membatalkan nazar? Terima kasih atas penjelasannya.

Salam,

Hamba Allah


Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Walaupun nazar merupakan janji terhadap diri sendiri, tetapi sifatnya mengikat dan tidak boleh dibatalkan begitu saja. Namun, Islam mengatur hukum ketika nazar tidak dapat ditunaikan, yaitu dengan membayar kafarat. Anda  diwajibkan memberi makan 10 orang miskin, atau memerdekakan budak, atau berpuasa 3 hari.

لَايُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS. Al-Maidah : 89)

Perlu diketahui dan penting dipahami, bahwa nazar adalah sesuatu yang tidak dianjurkan. Bahkan Rasulullah sendiri bersabda, “sesungguhnya nazar itu tidak keluar kecuali dari orang yang bakhil (kikir).”

Semoga penjelasan kami cukup menjawab pertanyaan Anda.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh