Bangladesh – Nasib pengungsi Rohingya terus menjadi perhatian dunia. Laznas LMI juga ikut menunjukkan keterlibatan dengan mengirim tim relawan. Setelah sampai di Dhaka Kamis (26/10) lalu, relawan LMI melanjutkan perjalanan menuju wilayah Teknaf.

Daerah tersebut terletak di barat Bangladesh. Lokasinya berbatasan langsung dengan Myanmar. Kemarin (30/10), Laznas LMI sampai di Teknaf untuk menyalurkan bantuan bagi warga Rohingya.

Kedatangan tim relawan disambut anak-anak pengungsi Rohingya, Mereka tampak begitu senang. ”Kami membagikan permen coklat dan memberikan trauma healing untuk anak-anak pengungsi di camp Kutupalong dan Balukhali,” ujar salah satu anggota tim relawan, Susanto.

Bahkan, anak-anak yang saat ini tinggal di camp Teknaf tersebut menyampaikan salam hangat bagi para donatur LMI. Dengan senyum mengembang, mereka berujar, ”Terima kasih LMI,” ucap anak-anak tersebut bersama-sama.

 

 

Tim akan terus berada di Bangladesh selama dua pekan. Hari ini (31/10), tim melakukan mapping apa saja yang di butuhkan pengungsi. Meski perjalanan cukup berat, tim relawan akan terus menyalurkan donasi bagi pengungsi Rohingya.

Ekspedisi kali ini memang tidak mudah. Contohnya saat menuju Teknaf. Dari tempat menginap, tim menaiki kendaraan berupa mobil offroad dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Mobil melewati jalan pinggir pantai terpanjang di dunia. Yaitu, pantai Cox’s Bazzar. Disana adalah pintu masuk etnis Rohingya. ”Kami ingin melihat langsung kondisi pengungsi yang baru datang dari Myanmar,” ucap Susanto.

Bukan hanya kendala perjalanan, cuaca juga kurang mendukung. Udara dingin menusuk tulang dan hujan sering turun dengan deras. Meski begitu, tim Laznas LMI akan terus menyampaikan bantuan dari Indonesia untuk saudara Rohingya. (san/nir)