Warga sekitar memanggilnya Mbah Mahiyah, nenek 80 tahun yang tinggal sendiri tanpa anggota keluarga lain di rumahnya. Seperti tetangganya, Mbah Mahiyah dan rata-rata penduduk di Dusun Betelok, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo melakoni profesi sebagai penggembala kambing dan sapi milik orang lain tapi tidak banyak yang beruntung pernah makan daging.⁣

Kesempatan terbesar mereka menikmati daging adalah saat iduladha, itu pun biasanya diterima dalam bentuk olahan siap makan. “Jumlah warga kami kurang lebih 400 orang, sementara kurban yang tersedia hanya 2 ekor kambing saja. Agar sama-sama bisa menikmati, kami makan bersama dengan takaran satu porsi makan,” tutur Muhammad Saleh, salah satu toko masyarakat setempat.⁣

Secara ekonomi, mayoritas pendapatan warga Dusun Betelok terbilang rendah. Rata-rata mereka bekerja sebagai buruh di ladang kedelai dan jagung, hasilnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pagi itu Tim Qurbanholic menemani Mbah Mahiyah sarapan dengan nasi yang dimakan dengan garam. “Sesekali lauk tempe atau tahu, kalau ada,” katanya dalam bahasa Madura sambil tersenyum. Setelah selesai sarapan, dia pergi ke ladang yang letaknya 3 Km dari rumah dengan berjalan kaki. Setelah sore nanti baru dia akan kembali ke rumahnya.⁣

Besar harapan warga setempat agar tahun ini dapat kembali menikmati daging kurban. Sambil memakan cangkarok, camilan yang terbuat dari nasi aking yang dimakan dengan gula, Mbah Mahiyah berkata, “saya ingin tahu baunya daging mentah, ingin sekali.”⁣

Mari kita bantu mewujudkan harapan Mbah Mahiyah dan warga lainnya di dusun yang terletak di lereng gunung ini agar dapat menikmati berkah iduladha.⁣

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik