Bojonegoro –  Suasana petang pada Senin (28/5) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Jawa Timur tidak terlalu sunyi. Padahal, biasanya jika sudah malam, desa cenderung sepi. Maklum, masyarakat desa memang masih dikenal dengan masyarakat ‘alasan’. Sebab, wilayahnya berada di tengah hutan.

Namun, petang itu suasana desa lebih semarak. Puluhan masyarakat berkumpul untuk bersantap buka bersama dalam program Buka Puasa Nusantara bersama Laznas LMI. Tampak juga anak-anak yang begitu lahap menikmati menu buka puasa dengan lauk ayam dan mie.

Tidak ketinggalan suara kriuk kriuk pertanda renyahnya kerupuk yang memunculkan senyum ceria di wajah anak-anak itu. Bahkan, ada sebagian warga yang membawa pulang makanan untuk dinikmati bersama keluarga.

Salah satu desa yang terletak di barat laut Kabupaten Bojonegoro itu berbatasan langsung dengan Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Desa tersebut dipilih menjadi tempat buka puasa bersama karena lokasinya cukup jauh dari perkotaan.

Itulah yang menjadi alasan bagi tim LMI untuk menyapa dan mengadakan kegiatan buka bersama dengan masyarakat. Alasan lain yang juga menjadi keprihatinan tim LMI adalah ternyata masyarakat di Desa Kawengan masih minim kesadaran untuk melaksanakan perintah untuk berpuasa.

Hidup di hutan membuat banyak masyarakatnya yang berprofesi menjadi pengolah hasil hutan. Seperti pencari kayu bakar, bertani, dan mengelola sumur-sumur minyak lokal.

Untuk memberikan keceriaan Ramadhan, buka puasa dibuat meriah. Sebanyak 80 warga mengikuti santap buka. Sebelum itu, ada sambutan dari Kepala Desa Kawengan, Joko dan Manajer Area 4 Jawa Timur, Resma Edhi Satria. “Kami ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya buka bersama ini. Anak-anak juga banyak yang ikut,” ujar Joko.

Setelah itu, ada juga tausyiah oleh Ustadz Ali Mahmudi. Sang ustadz menyampaikan kenikmatan menjalankan puasa dengan penuh keimanan. Alhamdulillah, Ramadhan kali ini Buka Puasa Nusantara akan digelar di berbagai kota. Mari berbagi keceriaan berbuka puasa melalui LMI.