Ma’rifatul Qur’an

Oleh: Dr Amir Faishol Fath, MA.

Ahli Tafsir Al Qur’an

Al Infithar berasal dari kata “infatharat” yang artinya terbelah. Bahwa langit yang tidak pernah kita bayangkan bisa retak dan terbelah. Padahal, makhluk Allah yang paling kokoh di antaranya adalah langit yang tidak pernah retak sejak penciptaan pertamanya. Namun saat hari itu tiba, Allah menundukkan langit dan memerintahnya untuk retak, maka retak dan terbelahlah ia. Begitu langit terbelah, maka otomatis semua bintang-bintang yang di bawah langit akan tercerai-berai.

اِذَا السَّمَآءُ انْفَطَرَتۡۙ‏ – apabila langit terbelah, وَاِذَا الۡكَوَاكِبُ انْتَثَرَتۡۙ – dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, ketika bintang-bintang itu terlepas dari porosnya, saling berhamburan dan berbenturan antara satu dengan yang lainnya. Bencana yang sekarang terjadi hanyalah sebagian kecil dibanding ketika kiamat nanti bila antar bintang saling berbenturan. وَاِذَا الۡبِحَارُ فُجِّرَتۡۙ‏ – dan apabila laut dijadikan meluap, laut ini akan ditumpahkan hingga menelan daratan.

وَاِذَا الۡقُبُوۡرُ بُعۡثِرَتۡۙ – dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, kuburan nantinya akan memuntahkan isinya. Istilah kuburan ini hanyalah bagian dari contoh yang artinya Allah akan mengembalikan semua jasad manusia kembali ke wujudnya ketika di akhirat kelak. Pada tubuh manusia ada satu bagian yang bernama Ajbu Dzanab yaitu tulang ekor. Sehancur-hancurnya manusia, Ajbu Dzanab pasti dijaga Allah tetap utuh, dan dari sinilah tubuh manusia akan disusun kembali kelak di hari kiamat.

Manusia akan bangkit dan dikumpulkan di Padang Mahsyar (daerah syam yaitu Syiria, Yordania, Libanon dan Palestina) dan Allah menjadikan permukaan Padang Mahsyar datar berwarna putih. Lalu Allah akan mendekatkan matahari sedekat 1 mil, disitulah manusia bersimbah keringat, ada yang keringatnya sampai ke mata kakinya, lutut, dada, mulut, bahkan ada yang tenggelam dengan keringatnya, semua tergantung dengan amal perbuatan masing-masing. Semua manusia tanpa pakaian, tanpa sandal, dan tanpa disunat bagi laki-laki. Semua manusia tetap berdiri ditempatnya tanpa bisa pergi kemana-mana, tanpa bisa memperhatikan sekitarnya. Sehari sama dengan 50.000 tahun didunia.

Saat itulah manusia mulai menyesal ternyata benar-benar terjadi, dan kenapa dahulu banyak menghabiskan waktu percuma tanpa pahala sama sekali, tanpa amal yang bisa dibawa sebagai bekal. Inilah dia yang Allah gambarkan bahwa yang pertama kali manusia rasakan di Padang Mahsyar adalah penyesalan. عَلِمَتۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ وَاَخَّرَتۡؕ‏ – (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan. Menyesal di akhirat sudah tidak ada gunanya.

Mereka berkata, “Ya Allah, bolehkah aku kembali ke dunia, aku akan beramal sholih.” Tapi, dunia sudah hancur. Dunia adalah tempat beramal tanpa balasan, sedangkan akhirat adalah tempat pembalasan tanpa amal, oleh karena itu beramal sholihlah sekarang, segera, dan sebanyak-banyaknya agar tidak menyesal kemudian.

Disinilah Allah memanggil,  يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الۡكَرِيۡمِۙ‏ – Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih. الَّذِىۡ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَۙ‏ – yang telah menciptakanmu dan menjadikan (susunan tubuhmu) seimbang.  Tubuh manusia terdiri dari milyaran sel dan tidak ada manusia yang bisa membuat satu sel pun. فِىۡۤ اَىِّ صُوۡرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَؕ – dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu. Allah telah menyusunnya dengan sangat indah.

كَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُوۡنَ بِالدِّيۡنِ – Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. Sayangnya manusia suka mendustkan ajaran Allah, alam akhirat, agama. Allah menurunkan panduan hidup tapi manusia tidak mau taat, tidak mau ikut aturan Allah. Bila ingin bahagia dan tenang hidupnya, ikut aturan Allah yaitu Al Quran.

Disini Allah memastikan bahwa semua manusia tidak akan bisa menghindar dari Allah. Disetiap manusia ada malaikat yang membersamai dan tidak pernah mencatat semua amal perbuatan manusia. وَاِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحٰـفِظِيۡنَۙ‏ – dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu). كِرَامًا كَاتِبِيۡنَۙ‏ – yang mulia (disisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu). يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ – mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Malaikat mampu mencatat semua perbuatan manusia kecuali apa yang ada dalam hati manusia (keikhlasan).

Disini kemudian Allah membagi dua manusia, ada manusia yang hidupnya serba baik dan oleh karenanya Allah berikan kenikmatan hakiki yang tak pernah berhenti. اِنَّ الۡاَبۡرَارَ لَفِىۡ نَعِيۡمٍۚ‏ – sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan. Kebalikannya, orang yang selalu berbuat dosa maka Allah akan berada ditempat yang sangat panas dan semakin lama semakin panas. وَاِنَّ الۡفُجَّارَ لَفِىۡ جَحِيۡمٍ – dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Lalu kapan mereka akan masuk ke neraka? Di alam akhirat nanti. يَّصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ الدِّيۡنِ – mereka masuk ke dalamnya pada hari Pembalasan. Berapa lama? Selamanya. وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآٮِٕبِيۡنَؕ – dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu. Inilah hari yang agung, وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا يَوۡمُ الدِّيۡنِۙ – dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? ثُمَّ مَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا يَوۡمُ الدِّيۡنِؕ‏ – sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Hari yang sangat dahsyat, tidak bisa dibayangkan oleh manusia. Apa dahsyatnya? يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـــًٔا‌ ؕ وَالۡاَمۡرُ يَوۡمَٮِٕذٍ لِّلَّهِ – (Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Inilah gambaran tentang alam akhirat yang Allah gambarkan dalam surat Al Infithar. Semoga kita semua dapat belajar dari pesan ini. Ada seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, kapan kiamat?” Nabi tidak menjawab namun bersabda, “jangan bertanya kapan kiamat, tapi apa yang sudah kamu persiapkan untuk menuju alam akhirat?”