Relawan Laznas LMI saat membagikan olahan daging kurban ke pengungsi Rohingya, foto: Humas Laznas LMI

Makassar – Bertempat di Telkomas, Makassar, Jumat (31/7) Laznas LMI melaksanakan pemotongan hewan qurban untuk pengungsi lintas Negara yang selama ini ada di Makassar. Di Makassar, terdapat pengungsi lintas Negara yang berasal dari Rohingya, Afghanistan, Sudan, Somalia dan Mongolia. Meraka di tampung di beberara tempat penampungan dengan penjagaan yang cukup ketat. Tidak setiap orang dapat mengakses tempat tinggal mereka, namun LMI mendapatkan ijin untuk mengadakan pemotongan dan pembagian hewan qurban di lokasi penampungan.

Muhammad Hussain Zamiri, yang berasal dari Afghanistan berbahagia mendapatkan daging hewan qurban dari LMI. “Terima kasih LMI, telah membagikan daging qurban kepada kami”, ujar Hussain dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Hussain dan keluarganya telah ada dipenampungan hampir 5 tahun lamanya, dan tentu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah terkait status mereka. Tidak sedikit dari mereka yang ingin menjadi WNI, namun persyaratan administrasi masih perlu mereka lengkapi. 

Kepala Perwakilan LMI Sulawesi Selatan dan Maluku Utara, Andres Irawan menjelaskan bahwa program Qurbanholic yang dilaksanakan LMI pada tahun  1441 hijriyah ini selain tersebar di berbagai pelosok nusantara, juga dinikmati berbagai macam lapisan masyarakat, termasuk untuk para pengungsi lintas Negara.

“Alhamdulillah, LMI dipercaya oleh para donatur untuk menyalurkan hewan qurban. Hari ini kami melaksanakan qurban di Makassar untuk pengungsi lintas Negara,  mungkin diantara kita lupa akan nasib mereka. LMI insya Allah ingin berbagi kebahagian di hari raya Iduladha ini dengan mereka”, ungkap Andres.

Andres juga melanjutkan, untuk Sulawes dan Maluku, selain untuk pengungsi lintas Negara, hewan qurban LMI juga menyasar penduduk pesisir yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan.

“Insya Allah sabtu (1/8)  di Maluku Utara, LMI  juga akan melaksanakan qurban yang akan di bagikan kepada masyarakat dhuafa dan nelayan. Selain itu juga akan dibagikan kepada guru yang selama masa pandemic Covid19 ini telah berjuang keras mendidik siswa dengan pembelajaran jarak jauh meskipun sarana komunikasi dan internet di Indonesia khususnya kawasan timur masih cukup terbatas”, tutur Andres

Selain daging qurban, para pengungsi lintas Negara ini juga mendapatkan baju koko dan mukena yang dapat mereka pakai untuk sehari-hari. Tentu menjadi kebahagian tersendiri bagi mereka yang bukan saja terpisah jarak yang jauh dengan kampung halaman, namun masih mendapatkan perhatian dari kita semua sebagai sesama muslim.

 

Humas Laznas LMI