Sejak Hari Ahad (14/07) Halmahera Selatan diguncang gempa bumi dengan kekuatan 7,2 SR. Gempa terus terjadi beruntun hingga hari ini, Selasa (16/07). BNPB mencatat gempa susulan terjadi sebanyak 93 kali dan dirasakan 30 kali. Terdapat 15 titik pengungsian dengan jumlah lebih dari 3.000 warga, 51 orang luka-luka, dan 4 orang meninggal dunia. Ratusan rumah, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas kesehatan dilaporkan rusak.

Kemarin, Selasa (16/07) RNPB Laznas LMI bekerja sama dengan RSUD Labuha dan Masjid Asy Syifa RSUD Labuha, Halmahera Selatan menuju salah satu titik pengungsian yaitu di Desa Tomara, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmehera Selatan. RNPB Laznas LMI, Andres Irawan bersama tim kesehatan RSUD Labuha menuju lokasi dengan melewati jalur berkontur pegunungan. Akses menuju Desa Tomara dari ibu kota Kabupaten sejauh 50 km, dengan kontur yang naik turun dan didominasi oleh jalan pasir batu. Untuk mencapai lokasi, tim harus menyeberang sungai sebanyak 4 kali.

Warga Desa Tomara telah mengungsi ke bukit yang terletak di desa tersebut. Total kerusakan rumah yang tercatat sebanyak 101 dan 47 di antaranya rusak berat. Saat ini warga memilih bertahan di tenda pengungsian dan meninggalkan rumahnya.

Bantuan yang diberikan berupa layanan kesehatan dan distribusi makanan berupa mie instan, telur, beras, dan makanan siap santap. Selain itu juga disalurkan selimut, popok bayi, losion anti nyamuk, dan sejumlah pakaian layak pakai.

Mari kita doakan semoga keadaan ini segera membaik. Aamiin.

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik