Lombok – Wangi masakan menyeruak dari sebuah pos relawan bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seorang pria dengan gerakan kuat membolak-balik makanan yang tengah dimasak di atas wajan besar. Aneka masakan seperti sup, aneka tumis, telur, mie, dan tempe diolah dengan cepat namun tetap mempertahankan rasa yang nikmat.

Sang pria yang juga merupakan pimpinan dapur umum pos relawan itu bernama Abu Saifulloh. Dia adalah salah satu relawan Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) Laznas LMI.

Chef Wawan, begitu dia kerap dipanggil selalu dinantikan kehadirannya di tengah daerah bencana. Setiap hari, Wawan berjibaku menyiapkan seribu porsi makanan untuk warga korban dan para relawan.

Bahkan, Wawan sepekan berada di Lombok dari jadwal awal yang hanya empat hari. Dia begitu berat hati harus meninggalkan masyarakat Lombok yang sedang kesusahan. “Aksi kemanusiaan di Lombok ini yang paling berkesan. Saya diminta jangan pulang dulu oleh warga,” ujarnya.

Wawan memang menjadi relawan dapur umum sejak bencana 6.4 SR mengguncang Lomok. Dia juga merasakan sendiri gempa susulan dengan kekuatan 7.0 SR.

Meski suasana mencekam dan membahayakan, Wawan tetap menjalankan tugasnya. Masakan yang disajikan pun tidak sembarangan. Chef Wawan berupaya memenuhi rasa kesukaan masyarakat Lombok yang cocok dengan masakan pedas. Banyak yang memuji masakannya yang enak. Itu menjadi oase kebahagiaan di tengah duka yang masih menyelimuti warga.

Selama ini, relawan RNPB bersama warga saling bahu-membahu memasak. Bahkan, dari pagi sampai malam dapur terus mengepul. Sejak pagi buta belanja hingga sore menyiapkan makan malam. Tidak jarang, Chef Wawan dan relawan LMI makan terakhir. “Kami hanya mikir makan warga dan relawan. Sering ada yang tanya, ‘kok saya nggak pernah lihat bapak makan’. Saya bilang kalau semua sudah  makan, baru kami makan,” ucapnya.

Chef Wawan juga dengan berat hati harus meninggalkan Lombok setelah satu pekan penuh bertugas tanpa istirahat yang cukup. “Senin (6/8), warga datang minta nasi. Duuh berat hati ini tinggalkan mereka setelah diguncang gempa lagi 7 SR. Saya menangis,” katanya.

Saat itu, sambil menahan air mata yang terus menetes, Chef Wawan memasak apapun yang ada. Adanya telur dan tempe, langsung dimasak sebagai lauk. “Untuk yang terakhir saya kirimkan ke tenda pengungsian,” ujarnya.

Chef Wawan memang harus beristirahat dulu dan digantikan relawan lain. Namun, semangat beliau akan dilanjutkan para relawan LMI.

Suka duka telah Chef Wawan lalui selama bertugas. Kesulitan seperti menyiapkan makanan dengan jumlah besar dan kadang harus membawa alat dapur serta alat makan dari rumah dijalani dengan hati lapang.

Chef Wawan mengaku akan terus bertugas selama masih diberi kesempatan oleh Allah SWT. Dia terus aktif dalam kegiatan kerelawanan dan kemanusiaan di berbagai lokasi.

Di antaranya gempa Jogja, erupsi Kelud, longsor Ponorogo, longsor Pacitan, dan Banjir Banyuwangi. “Panggilan hati yang selalu membawa langkah ini. Karena sebaik- baik umat adalah yang paling banyak bermanfaat bagi umat,” tegas Chef Wawan.

Aksi kemanusiaan Chef Wawan patut menjadi contoh bagi kita. Mari berbagi dengan masyarakat Lombok melalui Laznas LMI. Sekarang lebih dari 381 warga menjadi korban meninggal dan ratusan ribu lainnya mengungsi. Mari berdonasi melalui LMI dan para relawan terbaik akan menyampaikan amanah Anda kepada para warga

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian